Asisten pelatih Persiba Balikpapan Fajar Budiyanto mengungkapkan bahwa timnya mengalami dua kekalahan tidak terlepas dari kesalahan dari permainan anak asuhnya. Seperti yang terjadi pada satu-satunya gol Persiram Raja Ampat. Koordinasi antara penjaga gawang dan rekannya seakan menjadi boomerang. Tendangan dari Wawan jatuh di kaki Kim. Kemudian bola langsung disambar dari luar kotak penalti dan gol. Walau ada faktor kondisi lapangan tergenang air sehingga menyulitkan pemain menguasai bola.


Selanjutnya menghadapi Persidafon Dafonsoro dimana skuad Beruang Madu gagal mendulang poin. Tidak hanya itu, tim besutan Herry Kiswanto juga gagal dalam mencetak gol. Memasang penyerang tunggal Kim Yong Kwan ternyata tidak menghasilkan gol. Jangankan urusan mencetak gol, tidak ada satu peluang yang mampu dimanfaatkan oleh pemain Korea Selatan tersebut. Entah itu melalui umpan silang udara maupun umpan datar. Kim kalah berduel dengan Precious Emeurejaye.

"Gol-gol yang terjadi itu akibat kesalahan dari kami sendiri kecuali gol kedua Pape yang sebelumnya Wawan di dorong," katanya. Fajar mengakui insting membunuh penyerangnya seperti Kim dan Moustapha el Kassa belum maksimal. Kim baru mencetak gol sejak direkrut pada putaran kedua. Sementara El Kassa hanya mencetak gol sejak putaran pertama hingga sekarang.


Bahkan saat kedua pemain itu diduetkan secara bersamaan belum mampu berbuat apa-apa. Sepanjang babak kedua menghadapi Persidafon tercatat hanya satu tendangan Patrice Nzekou mengarah ke gawang diamankan oleh Markus Haris Maulana. Upaya serangan lainnya selalu kandas di tembok pertahanan tim berjuluk Laskar Gunung Cyklop. Fajar berpendapat bahwa turunnya kedua penyerang asing itu dimaksudkan memberi daya kejut tim tuan rumah. "Kim dan El Kassa memiliki screening bola bagus sementara Johan hanya memiliki kecepatan dan screening bolanya masih kurang," ujarnya.


Terlepas dari itu, Fajar juga mengakui bahwa mental timnya sudah turun kala menghadapi tim-tim asal Papua. Dari empat laga di Papua tidak ada poin yang diraih. "Mental pemain sudah jatuh duluan saat menghadapi tur Papua dan perlu dievaluasi," ujarnya.