Ulama Saudi Larang Warganya Bepergian ke Dubai
Seorang ulama Saudi membuat kontroversi setelah dia mengeluarkan fatwa yang melarang warga Saudi bepergian ke Dubai.
Pernyataan
itu disampaikan Sheikh Mohamed al-Shanar lewat akun Twitter-nya,
menjawab pertanyaan seorang perempuan terkait keinginannya bepergian ke
Dubai.
"Seorang perempuan bertanya kepada saya apakah dia bisa
pergi ke Dubai tanpa pendamping. Saya menjawab kepadanya: pergi ke Dubai
tidak diperbolehkan, meski dia ditemani pendamping karena banyak
tindakan amoral di sana dan dosa akan bertambah jika bepergian tanpa
pendamping," ujar Sheikh Mohammed lewat akun Twitter-nya.
Pernyataan
ini tak pelak mendapat kritik dari pengguna media sosial dan bahkan
dari ulama lain yang mengkritik fatwa ini sebagai pemikiran "usang" dan
"menyerang".
Dalam wawancara dengan Al Arabiya, seorang
ulama Saudi, Sheikh Abdulaziz al-Fozan, yang juga adalah pakar
perbandingan hukum Islam, menggambarkan fatwa Sheikh Mohammed sebagai
fatwa yang keliru.
Al-Fozan menjelaskan, saat Sheikh Mohammed
mengatakan seorang perempuan tak bisa bepergian ke Dubai seorang diri,
maka dia sudah melakukan generalisasi serta melarang perempuan dan
laki-laki bepergian ke kota itu.
"Menyebutkan Dubai sebagai
tempat yang tak layak dikunjungi adalah salah karena di sana juga banyak
tempat yang bisa dikunjungi umat Muslim," ujar Al-Fozan.
Memang,
tak seperti Arab Saudi yang konservatif, Dubai yang banyak ditinggali
ekspatriat dari berbagai latar belakang masih mengizinkan konsumsi
alkohol dan menyediakan kehidupan malam yang glamor.
"Masih lebih baik bepergian ke negara-negara yang mirip Arab Saudi dalam hal agama, bahasa, dan budaya ketimbang ke negara-negara non-Muslim," tambah Al-Fozan yang mengatakan dalam banyak hal Uni Emirat Arab memiliki banyak persamaan dengan Arab Saudi.