Selasa, 9 Juni 2026

Listrik 20 Jam Padam Pengusaha Kecil Terpukul

Kondisi sistem kelistrikan di Sistem Mahakan kembali mendapat sorotan dari masyarakat. Baru dua hari yang lalu jaringan yang melayani tiga kota

Tayang:
Penulis: Januar Alamijaya | Editor: Sumarsono
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Kondisi sistem kelistrikan di Sistem Mahakan kembali mendapat sorotan dari masyarakat. Baru dua hari yang lalu jaringan yang melayani tiga kota besar di Kalimantan Timur itu mengalami black out, kejadian serupa kemudian terulang kembali mulai Senin (17/6) sekitar pukul 23.30.

Sabtu (15/6) malam sekitar pukul 19.00 jaringan kelistrikan di Sistem Mahakam memang mengalami putusnya jaringan interkoneksi, akibat terbakarnya curent transformer (CT) di PLTU Tanjung Batu. Ketika itu tiga kota di Kalimantan Timur, masing-masing Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong mengalami pemadaman total hingga kurang lebih 5 jam lamanya sampai berangsur-angsur pulih.

Dua hari kemudian Senin (17/6) malam sekitar pukul 23.30 kondisi serupa kembali terulang. Awalnya didahului hujan deras yang disertai dengan angin kencang hingga tiba-tiba seluruh pelanggan yang masuk dalam jaringan kelistrikan PLN mengalami pemadaman.

Putusnya jaringan interkoneksi atau black out yang kedua kalinya itu ternyata justru lebih parah terutama dalam hal durasi waktu, tercatat hingga pukul 18.00, meski di sebagian wilayah ada yang sudah menyala namun  kondisi kelistrikan di ketiga kota itu belum bisa dikatakan normal.

Padamnya aliran listrik kurang lebih 20 jam ini tentu saja membuat banyak aktivitas masyarakat menjadi terganggu, sektor usaha terutama yang menggunakan tenaga listrik untuk kegiatan operasionalnya menjadi salah satu yang sangat terpukul dengan kinerja dari PLN ini.

Salah satunya seperti diungkapkan Ela, pengusaha warnet yang berlokasi di bilangan Balikpapan Barat ini mengungkapkan akibat listrik yang padam sejak semalam, dirinya mengalami kerugian hingga ratusan ribu rupiah. Pasalnya sejak dari pagi hari warnet miliknya terpaksa berhenti beroperasi, karena memang tak ada pasokan listrik untuk menghidupkan enam buah komputer di corner.net yang menjadi identitas usahanya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Balikpapan, Gatot Koco juga mengatakan kondisi kelistrikan seperti yang terjadi saat ini tentu saja membuat kerugian yang lumayan signifikan bagi kalangan pengusaha.

Namun yang paling terasa tentu saja adalah pengusaha kecil, sebab untuk pengusaha dengan omset yang lumayan besar masih bisa menyediakan genset, meski harus menambah biaya operasional. "Lagi- lagi saya ngomong, sebenarnya pengusaha kecil ke bawah yang kerasa. Kalau kaya kita ini mau kerasa tidak terlalu bermasalah artinya bisa punya genset," katanya.

Seharusnya lanjut Gatot Koco PLN bisa belajar dari negara-begara lain terutama dari sisi manajerial, misalnya negara tetangga kita Malaysia yang sistemnya sudah cukup bagus sehingga jarang sekali terjadi pemadaman. (aya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved