Project Loon, Jaringan Internet dari Balon
Di Asia, hanya 27 persen dari populasi yang bisa tersambung ke jaringan global itu.
Salah satu kendala terbesar yang menghalangi penyebaran internet adalah masalah geografis yang menyulitkan pembangunan infrastrukur. Contohnya antara lain hutan yang sulit ditembus, gunung, pulau-pulau yang terpisah oleh lautan, dan lain sebagainya.
Itulah permasalahan yang
hendak diatasi oleh Google dalam "ide" terbarunya yang dinamai "Project
Loon". Perusahaan ini ingin meratakan akses internet untuk orang-orang
di seluruh dunia, termasuk merka yang tinggal di daerah-daerah
terpencil. Caranya? Dengan memakai balon udara (baloon).
Seperti dikutip dari AllThingsD,
balon-balon ini rencananya akan dilengkapi dengan peralatan elektronik
bertenaga surya dan diterbangkan ke lapisan stratosfer pada ketinggian
20 KM atau dua kali ketinggian terbang pesawat, tapi masih berada jauh
di bawah jalur orbit satelit.
Dari sana, balon-balon Google akan tersambung ke menara internet service provider
(ISP) di darat. Sinyal akan diteruskan ke balon-balon lain yang
sama-sama terbang di langit dan berada dalam jangkauan. Nah, sambungan
internet ini kemudian dipancarkan oleh masing-masing balon ke permukaan
bumi secara wireless dan bisa ditangkap dengan memakai receiver khusus.
"Pada intinya, kami mencoba menciptakan jaringan di langit," ujar Rich
DeVaul, Kepala Arsitek Bidang Teknis Project Loon dalam video
penjelasan yang dirilis Google, seperti bisa dilihat dalam video resmi
Project Loon.
Dalam keterangan resminya, Google mengatakan setiap balon Project Loon bisa memberikan koneksi internet wireless pada area dengan diameter 40 KM. Kecepatan transfer data yang dihasilkan disebut bisa setara dengan "koneksi 3G".
Karena menggunakan panel surya, balon-balon tersebut tidak memerlukan
bahan bakar untuk beroperasi. Cara mengendalikannya bukan memakai
baling-baling atau alat propulsi lain, melainkan dengan menaik-turunkan
balon untuk mengikuti arah hembusan angin di lapisan-lapisan stratosfer
yang berbeda. Sebuah program dengan algoritma khusus pun telah disiapkan
untuk keperluan "menyetir" balon secara otomatis.
Minggu ini
Google berencana melakukan uji coba Project Loon di Canterbury, Selandia
Baru. Sebanyak 50 peserta akan mencoba tersambung ke internet melalui
balon. Setelah itu, Google akan melanjutkan pilot program ke negara lain
yang berada di garis lintang yang sama dengan Selandia Baru.