Rabu, 10 Juni 2026

Demo BBM di Samarinda Berakhir Rusuh

Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan elemen mahasiswa Samarida berujung rusuh.

Tayang:
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Sumarsono
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan elemen mahasiswa Samarida berujung rusuh. Sempat terjadi aksi pelemparan bom molotov dan tembakan gas air mata.

Aksi ini berlangsung sejak Selasa (18/6/2013) sekitar pukul 20.00 dan baru berakhir Rabu (19/6/2013) sekitar pukul 02.00 dinihari.

Menjelang tengah malam, mahasiswa yang terdesak memilih mundur dan bertahan di balik gerbang Universitas Mulawarman (Unmul) di Jl M Yamin. Para mahasiswa ini melemparkan bom molotov ke arah aparat, yang berusaha membubarkan aksi mereka. Polisi pun sempat membalas aksi pelemparan tersebut dengan tembakan gas air mata.

Polisi sempat mengamankan sepeda motor yang ditinggalkan mahasiswa di gerbang kampus.
Sebelum kericuhan tersebut pecah,  mahasiswa yang semula hanya berorasi sambil membakar ban di kedua ruas Jl M Yamin, mulai mencoba memprovokasi aparat. Perlahan ratusan mahasiswa ini merangsek menuju Mal Robinson, hingga di depan Pengadilan Negeri Samarinda.

Pengunjuk rasa terlihat merobohkan beberapa rambu penyeberangan jalan, memecah trotoar dan, menghamburkannya ke jalan. Sepanjang aksi berlangsung di gerbang kampus, ratusan personil Polresta Samarinda, memilih berjaga di sekitar perempatan Mal Lembuswana.

Namun, begitu aksi mulai menjurus anarkis, tiga unit mobil watercanon langsung mengahmbur barikade mahasiswa. "Aksi yang Anda lakukan sudah melewati batas waktu, dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Tanpa pemberitahuan, kami terpaksa membubarkan aksi ini," ujar Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arief Prapto Santoso, dari dalam mobil watercanon. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved