Selasa, 26 Mei 2015

Pengelolaan APBD Kutai Timur Dinilai Belum Transparan

Kamis, 5 September 2013 23:45

SANGATTA, tribunkaltim.co.id - Transparansi merupakan salah satu asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dengan transparansi, berbagai sisi dan dimensi dari suatu aktifitas akan diketahui secara terang benderang. Sehingga penyimpangan bisa diantisipasi. Termasuk dalam pengelolaan APBD.

Hal ini pun perlu terus dijaga di Kabupaten Kutai Timur. Dengan total APBD sekitar Rp 2 triliun, proses pengelolaan keuangan negara semestinya bisa berjalan transparan, dan bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat.

Hal ini mendapat sorotan dari lembaga Borneo Corruption Watch (Kutai Timur). Akfitis BCW Kutim, Agus, Kamis (5/9/2013), mengatakan selama ini proses penganggaran APBD Kutim relatif tidak transparan untuk publik.

"Pemerintah mungkin membuka informasi kepada anggota DPRD. Tapi tidak kepada publik. Dokumen APBD begitu sulit diakses publik. Padahal publik berhak tahu tentang pengelolaan keuangan negara yang pada hakikatnya merupakan "uang rakyat"," katanya.

Padahal berdasarkan Permendagri nomor 13 tahun 2006 pasal 89 ayat 3, rancangan peraturan daerah tentang APBD sebelum disampaikan kepada DPRD disosialisasikan kepada masyarakat. Dan penyebarluasan rancangan peraturan daerah tentang APBD
dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah, selaku koordinator pengelola keuangan daerah.

"Pertanyaannya, apakah hal ini dilakukan di Kutai Timur? Jangankan dilaksanakan, publik begitu sulit untuk mengakses informasi tentang anggaran daerah. Anggota DPRD pun sempat mengeluhkan betapa sulitnya mendapatkan dokumen RKA eksekutif. Padahal sangat diperlukan untuk kontrol dan evaluasi," katanya.

Selain itu, proses pembahasan anggaran antara eksekutif dan legislatif juga relatif sebatas formalitas. Bahkan sering sekali terjadi perbedaan antara hasil Musrenbang, penetapan penganggaran formal, dengan implementasi di tataran teknis. Dan umumnya, saat fase implementasi nilai anggarannya menjadi lebih tinggi.

Halaman12
Penulis: Kholish Chered
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About us Help
Atas