• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Pengumuman K2 Samarinda Dinilai tak Transparan

Selasa, 1 Oktober 2013 19:43 WIB

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Cara mengumumkan tenaga honorer Kategori 2 (K2) yang dilakukan Pemkot Samarinda tidak transparan dan sangat rawan kecurangan. Demikian dikatakan Wahyudi, Ketua  Forum Solidaritas Pekerja Tidak Tetap Honorer (FS-PTTH) Samarinda di balaikota Samarinda, Selasa (1/10/2013).

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda sendiri sudah mengumumkan sebanyak 1.130 tenaga honorer yang akan mengikuti ujian di GOR Segiri dan Universitas 17 Agustus Samarinda pada 3 November mendatang. Pantauan Tribun, Pemkot Samarinda menggelar 2 buah spanduk putih berukuran  besar di belakang balaikota Samarinda. Di spanduk tersebut tertera Nomor Peserta, Nama, Tempat/Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Pendidikan Awal, Tahun Lulus, Jenis Tugas dan Tanggal TMT/SK.

"Kita melihat pengumuman seperti itu tidak layak. Kalau nama kita di atas bagaimana mau lihat, bagaimana mau tahu ketransparanan. Nama si A bermasalah, nama si B yang fiktif dan sebagainya kita nggak tahu. Untuk mencari nama kita sendiri saja susah," kata Wahyudi.
Ketidaktransparan juga kata Wahyudi juga terlihat dari tidak dicantumkannya asal sekolah khusus untuk guru honorer.

"Kalau itu dicantumkan, nama si A asal sekolah SDN 001 kan kita tahu , oh ini tidak pernah mengajar disini. Kan ketahuan, sehingga bentuk transparannya jelas," katanya.

Pengumuman ini juga menurut Wahyudi terasa sangat janggal karena tidak melalui media massa ataupun website. Alasan BKD bahwa akan ada oknum yang mencatut, mengganti atau menambah nama dari website dan menggunakan untuk kepentingan pribadi menurut Wahyudi juga tidak tepat.

"Tapi alasan itu tidak kami terima, karena tidak semudah itu orang akan mencatut itu. Artinya kalau ada orang mencatut kan kita jadi tahu juga ini maling - malingnya. Kalau pengumuman pakai spanduk katanya tidak bisa dicatut, tidak masuk akal," katanya.

Berdasarkan data honorer yang sudah diuji publik terdahulu juga kata Wahyudi, ada 5 nama yang di rasa layak hilang. Dan anehnya, nama - nama yang masuk pengumuman terakhir ini dinilai tidak layak karena sudah tidak aktif mengajar dan bahkan ada yang sudah meninggal.

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
259732 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas