Gempari Desak KPK Periksa Dirut PT Garuda

Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (Gempari)mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memeriksa Direktur Utama PT Garuda Indonesia

Gempari Desak KPK Periksa Dirut PT Garuda
Gempari melakukan aksi demo

JAKARTA - Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (Gempari), Selasa (08/10/2013), melakukan aksi unjuk rasa, di Kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Dalam aksinya, mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memeriksa Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, yang diduga terlibat proses restruktursasi kredit pasa dengan PT Bank BNI. Dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, akhirnya puluhan pemuda itu, digiring keluar sampai ke pintu masuk M1, agar tidak mengganggu arus lalu lintas di area tersebut

“Kami meminta KPK untuk memeriksa Emirsyah, karena kami menduga dirinya terlibat proses kredit pasa dengan Bank BNI pada tahun 2001 hingga 2004, yang merugikan negara milyaran rupiah,” kata Koordinator Aksi, Alfian Ramdhani.

Ditambahkan, Garuda Indonesia merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang Maskapai penerbangan. Hampir dua periode lamanya Garuda dipimpin oleh Emirsyah Satar yang sampai saat ini belum menunjukan kemajuan yang signifikan. Ini menunjukan bahwa Emirsyah Satar telah gagal menahkodai PT Garuda Indonesia Airlines (GIA). Berbagai macam Kasus di PT GIA yang sampai saat ini belum diproses oleh lembaga penegak Hukum Indonesia Seperti :
1. Proses Restrukturisasi Kredit dengan Bank BNI antara tahun 2001 sampai dengan 2004 yang berpotensi merugikan Negara senilai Rp 3,3 miliar.
2. Praktik Suap dan Mark UP yang merugikan negara Triliunan Rupiah PT.Jasindo terkait Premi Asuransi Dengan PT.GIA yang sampai saat Ini belum di usut Oleh KPK yang Melibatkan orang Dalam PT.GIA
3. Segera Usut Tuntas Pembelian Saham Garuda pada Tahun 2010 sebesar Rp 300,8 Miliar yang melibatkan Oknum2 PT.GIA. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved