Gempari Desak KPK Usut Korupsi Dinas Pendidikan di DKI Jakarta

Gerakan Peduli Rakyat Indonesia meminta KPK segera mengusut tuntas aroma korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta

Gempari Desak KPK Usut Korupsi Dinas Pendidikan di DKI Jakarta

JAKARTA - Gerakan Peduli Rakyat Indonesia (Gempari) meminta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) segera mengusut tuntas aroma korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang notabene adalah lembaga yang memiliki kewenangan pengambilan kebijakan terhadap masalah-masalah dalam pengelolaan dana BOS dan BOP di DKi Jakarta.

"Kami mendesak kepada KPK agar memeriksa dan menangkap Kepala DInas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto terkait dugaan korupsi dana BOP dan dana BOS. Taufik Yudi Mulyanto segera mundur dari jabatanya serta konsentrasi terkait dugaan kasus- kasus Korupsi di tubuh Dinas Pendidikan" Ujar Alfian Ramadhani, Koordinator Lapangan Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia di sela-sela unjuk rasa di depan kantor KPK, Rabu (6/11).

Menurutnya, semakin maraknya berbagai aroma korupsi yang ada di Indonesia selama ini, bukan saja hanya menjangkiti Lembaga Eksekutif, Legislatif, maupun Yudikatif semata. Akan tetapi virus yang mematikan tersebut kini sudah menular di Dinas Pendidikan. Mengenai hasil Badan pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai indikasi kerugian negara Rp 5,7 miliar terkait pertanggungjawaban dana bantuan oprasional pendidikan (BOP) dan bantuan dana operasional sekolah (BOS) tahun 2007, 2008, 2009 di lima SMP Negeri yaitu SMPN 28, SMPN 67, SMPN 95, SMPN 90 dan RSBI Rawamangun Jakarta Timur. 

Akibatnya, banyak proyek-proyek pembangunan gedung sekolah di bangun asal-asalan dan akhirnya roboh, bahkan ada beberapa yang baru di renovasi sudah ambruk ini mengindikasikan ada persekongkolan sejumlah kontraktor dengan oknum pejabat Disdik dan Sudin Dikdas untuk menyelewengkan anggaran yang dikucurkan. Alfian juga meminta agar Muhammad Nuh selaku Menteri Pendidikan untuk memberikan sanksi tegas kepada Taufik Yudi Mulyanto terkait dugaan kasus korupsi demi pendidikan yang lebih baik. "Saya kira seluruh stakeholder turun gunung untuk memberantas para pelaku koruptif yang hingga kini menggerogoti negeri ini dari bawah hingga tingkat elite. Siapa lagi kalau bukan kita untuk terus menyuarakan ketidakbenaran seperti ini," tegasnya yang juga melakukan aksi di depan kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta . (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved