Tiket sudah Dibeli Dijual ke Orang Lain, Penumpang Garuda Ditelantarkan

Penumpang maskapai penerbangan jurusan Balikpapan – Banjarmasin mengeluhkan dengan pelayanan Garuda Indonesia

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id  – Penumpang maskapai penerbangan jurusan Balikpapan – Banjarmasin mengeluhkan dengan pelayanan Garuda Indonesia. Pasalnya, penumpang tersebut seharusnya diberangkatkan pukul 17.25 Wita , Jumat (15/11/2013) malah dibuatnya terlantar di Bandara Sepinggan, Balikpapan selama 3 jam.

Sulaiman (34), warga Jalan Danau Murung, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mengungkapkan kekesalannya. Padahal, dirinya bersama rekannya harus menghadiri acara di Kesultanan Banjarmasin besok pagi (17/11). “ Saya besok pagi (Sabtu) ada acara di Banjarmasin. Masa saya mau diberangkatkan besok sore. Nggak punya otak karyawan Garuda itu,” ungkapnya saat ditemui di Bandara Sepinggan Balikpapan

Ia menerangkan, dirinya berangkat dari Tenggarong dengan jalan darat sekitar pukul 14.00 Wita. Karena kondisi jalan yang macet, dirinya bersama rekannya tiba di bandara sekitar pukul 17.20 Wita. Ternyata, ketika hendak Chek In, pesawat Garuda yang hendak terbang ke Banjarmasi tersebut mengalami keterlambatan (delay) selama satu jam. Katanya, pesawatnya belum tiba dari Berau, Kaltim. “ Kan itu delay, masih bisa chek in dong. Tapi tiket kami malah di jual ke orang lain. Aneh banget kan. Itulah mereka, nggak adil sama sekali,” ungkap Sulaiman, sapaan akrabnya.

Akibatnya, dirinya dan rekannya tersebut terlantas di bandara selama hampir tiga jam. Bahkan, pihak Garuda sempat menawarkan untuk melakukan penerbangan dahulu ke Surabaya, dan esok paginya baru diberangkatkan ke Banjarmasin dengan jarak tempuh 1,5 jam.” Gila aja, disana (Surabaya) mau kemana kita, nggak mikir Garuda itu. Pelayanan seperti ini harus diperhatikan. Jangan suka menjual-jual tiket yang sudah dibeli kepada orang lain. Kecuali pembeli terlambat datang. Ini kami datang kurang dari 5 menit sesuai jadwal yang ada, bahkan delay satu jam lagi,” cetusnya dengan nada kesal.

Sehingga, aku Sulaiman, dirinya dan rekannya tersebut harus melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin melalui jalan darat. Dan tentunya memakan waktu satu malam suntuk. Sementara biaya tiket yang sudah terbeli itu dikembalikan dengan potongan Rp 500 ribu dengan alasan administrasi dan lain sebagainya.

“ Pas disana (Banjarmasin), kita belum istirahat, dan belum ganti pakaian. Bahkan, kita belum lagi ke lokasi acara. Remuk rasanya. Pelayanan Garuda Indonesia ini jelek betul. Katanya maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia. Tapi nyatanya, pelayanannya buruk sekali,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved