Kasus Korupsi Hambalang

KPK Didesak Periksa Ibas Yudhoyono

Sejumlah aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti korupsi (ANAK-SBY) mendesak KPK

KPK Didesak Periksa Ibas Yudhoyono - Setia_Budi-20131127-01260.jpg
KPK Didesak Periksa Ibas Yudhoyono - Setia_Budi-20131127-00345.jpg

JAKARTA - Sejumlah aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti korupsi (ANAK-SBY) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil dan memeriksa Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas pernah mendapatkan uang sebesar 200.000 dollar AS dari mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, saat Kongres Partai Demokrat di Bandung. Kongres itu berlangsung pada tahun 2010. Para mahasiswa tersebut menggelar aksi jalan kaki dan menyampaikan aspirasinya di depan Kantor KPK. Tidak hanya itu, mereka menggelar aksi teaterikal dengan menggunakan pakaian dalam perempuan.

Koordinator Lapangan Aksi, Mukmin mengatakan, KPK harus berani dan tidak tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, keterangan Yulianis dalam persidangan yang menyebut Ibas mendapat dana 200.000 dollar AS harus diusut tuntas. Sebagai lembaga pemberantas korupsi, KPK kata Mukmin harus membuktikan bahwa setiap penanganan kasus tidak tebang pilih.

"Kami atas nama ANAK-SBY meminta KPK memanggil dan memeriksa Ibas, karena sudah jelas kesaksian Yulianis di depan persidangan menyatakan Ibas mendapat miliaran rupiah saat kongres Partai Demokrat, harusnya itu ditindaklanjuti," tandasnya.

Bahkan dari kesaksian Yulianis di persidangan, Ibas mendapat ratusan ribu dolar atau miliaran rupiah. Tidak hanya itu, segala bukti tersebut berada di dalam komputer jinjing (laptop) yang sudah disita oleh KPK waktu itu. Mukmin berharap, agar KPK menunjukkan taringnya sehingga kepercayaan rakyat tidak memudar dan lambat laun apatis terhadap KPK.

"Jangan sampai KPK takut karena Ibas adalah anak SBY, yang dikenal sebagai pangeran. Kami secara tegas meminta KPK untuk tegas dan gentle untuk mengusut kasus tersebut. Buktinya sampai saat ini KPK belum pernah memintai keterangan Ibas. Harus diperjelas bahwa masyarakat di mata hukum pangkat dan derajatnya sama, dan tida pandang bulu dalam memberantas korupsi. Jangan sampai rakyat tidak peduli dan tidak mempercayai KPK sebagai pemberantas korupsi," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved