TribunKaltim/

Metafora Desak Lelang Pasar Rawa Indah Rp 192 Miliar Dibatalkan

LSM Metafora (Media Tembak Forum Rakyat) kembali menggelar aksi demontrasi di Kantor Walikota Bontang

BONTANG, tribunkaltim.co.id - LSM Metafora (Media Tembak Forum Rakyat) kembali menggelar aksi demontrasi di Kantor Walikota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Rabu (11/12).

Kali ini, Metafora tidak lagi fokus menyuarakan tuntutan pemenuhan janji politik pasangan Walikota/Wawali Bontang, Adi Darma-Isro Umarghani, yakni pemenuhan listrik dan air bersih, tapi mulai merembet pada isu sosial dan pembangunan.

Antara lain, desakan agar Pemerintah membatalkan pemenang lelang mega proyek pembangunan pasar Induk Rawa Indah, senilai Rp 180,5 miliar di Bontang Selatan. Transpransi hasil kontrak kapal Roll On Roll Off (Roro) Bontang disewakan kepada pihak PT Labitra.

Kasus dugaan mark up pembebasan lahan Pemerintah di Bontang Lestari, termasuk kasus dugaan asusila yang terjadi di lingkungan Pemkot Bontang.

"Kami tidak akan berhenti menagih janji politik Walikota dan Wawali sampai semuanya dipenuhi," ujar Ketua Metafora Andi Abdu, saat menggelar mimbar bebas di depan kantor Walikota.

Menurut Andi, lelang pembangunan pasar Rawa Indah mesti dibatalkan karena ternyata hingga kini dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) proyek tersebut belum ada.

Selain itu, PT PT RAKA Utama selaku pemenang lelang dinilai tidak punya itikad baik memulai pekerjaan. Terbukti, sampai saat ini managemen PT RAKA belum melakukan aktivitas di lokasi eks kebakaran pasar Rawa Indah, padahal penetapan pemenang sudah diumumkan sejak Juli 2013.

"Kami dapat informasi ternyata sampai sekarang Pasar Induk Rawa Indah itu belum punya dokumen AMDAL, jadi secara prosedur salah dan harus dibatalkan. Lagi pula perusahaan yang memang belum memulai pekerjaan. Direksi kit aja belum dibangun," paparnya.  (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help