• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Kaltim

Amdal Bandara Perintis Bontang Rampung

Senin, 30 Desember 2013 23:18 WIB

BONTANG, tribunkaltim.co.id- Rencana Pemkot Bontang mempercepat pembangunan bandara perintis di Kelurahan Bontang Lestari, berjalan mulus. Pasalnya, tiga dokumen yang menjadi syarat utama memulai pra konstruksi pembangunan bandara sudah berhasil dirampungkan oleh Pemkot. Ke-3 dokumen tersebut yakni kajian Keselematan Kawasan Operasi Penerbangan (KKOP), Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Rencana Teknis Terinci (RTT) atau yang biasa disebut Detail Engineering Design (DED).

"Target kami menyelesaikan 3 dokumen untuk memulai pembangunan bandara sudah rampung. Ini sesuai dengan jadwal yang sudah kita rencanakan," ujar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Akhmad Suharto, Senin (30/12).

Ia mengungkapkan, satu-satunya kendala untuk memulai pembangunan bandara perintis di Bontang yakni menyangkut urusan pembebasan lahan. Laporan terakhir yang diterima, luasan lahan yang sudah berhasil dibebaskan 10 hektare dari total luas bandara sekitar 92 hektare. Akhmad optimis, jika proses pembebasan lahan bisa diselesaikan tahun ini, maka paling lambat akhir tahun 2014 mendatang sudah dilakukan ground breaking.

"Kami masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan. Kalau berjalan mulus tahun depan sudah bisa dilaksanakan ground breaking," katanya  
 
Dijelaskan, sesuai RTT yang sudah dibuat, lintasan pesawat/ run way bandara perintis Bontang  akan dibangun sepanjang 1200 meter. Lintasan ini disiapkan untuk jenis pesawat  Avion de Transport Regional (ATR), seperti yang digunakan oleh PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim (PKT) dibandara khusus PT Badak. Ini sejalan dengan Keputusan Kementrian Perhubungan No 250/2011 tentang pembangunan bandara perintis di Bontang.

"Memang ada wacana untuk menambah panjang run way, tapi itu sulit dilakukan karena harus mengubah semua perijinan dan dokumen. Makanya, kita tetap mengacu pada rencana awal. Perlu diingat juga bahwa  sekarang jenis pesawat ATR ini yang paling banyak digunakan untuk penerbangan skala lokal," bebernya.

Adapun proyeksi anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan fisik bandara termasuk lintasan pesawat, ditaksir tidak kurang dari Rp 360 miliar. Kebutuhan dana ini diupayakan tidak murni bersumber dari APBD Kota Bontang, tapi semaksimal mungkin mencari dukungan anggaran dari APBD Provinsi dan APBN.

Selain itu, Pemerintah juga berencana menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar di Bontang, seperti PT Badak NGL, PT Pupuk Kaltim, serta PT IM Mandiri, agar berkontribusi dalam memuluskan pembangunan bandara. "Khusus pihak perusahaan, skemanya bisa saja mereka langsung bertanggung jawab membangun fasilitas pendukunh seperti jalan atau jembatan fly over. Jadi diharapkan bandara ini dibangun secara keroyokan," beber Kasi Kebandaraan Dishubkominfo Bontang, Antasariansyah.

Penulis: Udin Dohang
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas