TribunKaltim/

APBD Tana Tidung Rp 1,28 Triliun

Empat fraksi di DPRD Kabupaten Tana Tidung, menerima dan menyetujui Raperda APBD 2014

TIDUNG PALA, tribunkaltim.co.id - Empat fraksi di DPRD Kabupaten Tana Tidung, Kamis (9/1) menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai APBD 2014 menjadi Perda APBD Kabupaten Tana Tidung (KTT) 2014.
Persetujuan itu disampaikan empat fraksi masing-masing Fraksi Hanura, Patriot, Fraksi Golkar, Fraksi Intimung  (PKB, Demokrat, PKS, PDS dan PNBK dan Fraksi Pelopor Perjuangan Pembangunan Merdeka) pada rapat paripurna ke-1 DPRD tentang pandangan akhir fraksi terhadap Raperda tentang APBD KTT.

APBD yang disetujui terdiri dari: Pendapatan Rp 908.453.728.215, belanja daerah Rp 1.288.564.578.546,43 sen, defisit Rp 380.110.850.331,43 sen. Fraksi Hanura Patriot melalui juru bicaranya Yandi S.Sos berpendapat  APBD 2014 ini memiliki arti tersendiri, karena boleh jadi akan menjadi produk APBD terakhir yang disusun bersama panitia anggaran DPRD periode 2009-2014.
Sebagai produk pamungkas, sudah barang tentu APBD 2014 ini diharapkan menjadi kenangan terindah. Sebagai warisan estafet pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi Kabupaten Tana Tidung tercinta.

Pada prinsipnya APBD tahun 2014 ini harus sesuai dengan kebutuhan penyelenggaran pemerintahan, pelaksanaan yang berjalan tepat waktu sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Kemudian transparan, melibatkan partisipasi masyarakat memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta substansi APBD-nya tidak bertentangan dengan kepentingan umum.  

Oleh karena itu Fraksi Hanura Patriot mengharapkan dalam penetapan program / kegiatan yang akan dilaksanakan target dan sasaran outputnya harus jelas dan terukur tidak hanya berdasarkan kebiasaan-kebiasaan semata dan yang paling penting seluruh program kegiatan harus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dari peningkatan sumber daya manusia demi kesejahteraan masyarakat.

Fraksi Intimung melalui juru bicaranya H. Hamzah mengingatkan tiga prioritas pembangunan jangka menengah yang perlu mendapat perhatian yakni pertanian, kelistrikan dan air bersih. Program-program inilah yang ditunggu-tunggu masyarakat Tana Tidung.
Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Heri Rizal menyatakan pembangunan yang dilaksanakan selama ini sudah cukup baik mesti disana-sini ada kekurangan, namun itu hal yang wajar karena KTT ini masih berusia sangat muda dan dibutuhkan kerja yang sangat keras untuk memajukan daerah ini.

APBD hendaknya tidak dipandang sebatas sumber daya dalam bentuk dana dalam jumlah tertentu yang dialokasikan dan didistribusikan untuk sektor-sektor tertentu pula. Namun lebih jauh dari itu APBD harus dipandang sebagai sumberdaya yang harus dikelola secara bijak karena sesungguhnya APBD berperan besar dalam menentukan hitam putihnya KTT ini.
Fraksi Pelopor, Perjuangan, Pembangunan Merdeka melalui jubir Noorhayati Andris menyatakan penyampaian Pendapat akhir Fraksi-fraksi terhadap RAPBD  Kabupaten  ini merupakan mekanisme dan prosedur terakhir dalam proses penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Tana Tidung tentang APBD Tahun Anggaran 2014.

Dalam kesempatan ini kami Fraksi Pelopor Perjuangan Pembangunan Merdeka mengapresiasi kerja Badan Anggaran dan Komisi-komisi DPRD Kabupaten Tana Tidung yang telah menjalankan tugasnya menyelesaikan pembahasan RAPBD 2014 ini dengan baik. Kami berharap semua hasil kerja keras dan cerdas ini bisa bermuara pada upaya kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tana Tidung melalui implementasi APBD yang berpihak pada kepentingan masyarakat kecil  (pro-poor budgeting ). (yas)

Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help