Kebun Raya Balikpapan Bertemakan Tumbuhan Kayu

Setelah dicanangkan sejak 1 Desember 2005, Kebun Raya Balikpapan yang dicita-citakan sejak kepemimpinan Walikota Imdaad Hamid, kemarin resmi dibuka

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Setelah dicanangkan sejak 1 Desember 2005 silam, Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang sudah ditcita-citakan sejak masa kepemimpinan Walikota Imdaad Hamid  resmi dibuka pada Rabu (20/8) sebagai lokasi wisata dan penelitan fauna untuk masyarakat dunia.

Peresmian KRB yang terletak di Km 15 Jl Soekarno-Hatta ini dilakukan oleh 2 orang menteri, masing-masing, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto serta Kepala LIPI, Lukman Hakim, yang didampingi oleh unsur pimpinan di Kaltim dan Balikpapan seperti gubernur dan walikota.

Peresmian KRB ini sendiri ditandai dengan penekanan sirene selama beberapa menit yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti di area utama kawasan KRB yang mempunyai luas 309,22 hektare.

Tak hanya itu, usai melakukan peresmian, seluruh pejabat yang hadir kemudian diajak untuk melakukan penanaman pohon di area KRB.

KRB sendiri sebenarnya berada di sebagian Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang sempat terbakar bahkan hingga 2 kali pada tahaun 1997 dan 1998 silam, namun dengan keinginan yang kuat dari seluruh stake holder akhirnya KRB ini berhasil dibuka yang pengelolaanya  berada dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kepala LIPI, Lukman Hakim, mengemukakan, koleksi-koleksi yang ada di KRB sendiri akan diarahkan kepada jenis tumbuhan hutan dataran rendah atau Kranga yang merupakan ciri khas Pulau Kalimantan.

Untuk koleksinya, KRB juga akan lebih fokus sebagai tempat koleksi tumbuhan kayu di Indonesia, mengingat Kalimantan sendiri dikenal sebagai penghasil kayu yang telah mendunia.

Oleh karena itulah sejak tahun 2009 silam pihaknya bersama pemeritah daerah baik Kalimantan Timur maupun Balikpapan telah menanam berbagai jenis tumbuhan kayu khas Kalimantan seperti meranti, ulin atupun kruing yang saat ini jumlahnya telah mencapai 1.200 spesimen.

"Koleksi tumbuhan kebun raya di Balikpapan diarahkan untuk jenis tumbuhan hutan dataran rendah atau kranga di Kalimantan, sebagai fokus tumbuhan kebun raya di Balikpapan memiliki tema tumbuhan kayu di Indonesia sesuai kekayaan Pulau Kalimantan yang memiliki tumbuhan penghasil kayu," katanya.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, mengaku cukup bangga dan bersyukur Kalimantan Timur kini punya satu lagi aset yang bisa dibanggakan dan wajib dipertahankan.

Dengan adanya KRB ini berarti Kaltim kini punya dua kebun raya disamping Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). "Jadi sekarang ada dua kebun raya di Balikpapan dan Samarinda dan dua kota ini selalu saya anjurkan memiliki kawasan terbuka hijau seperti sekarang ini," katanya. (*)
 

Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved