TNI AU Siaga di Perbatasan Kaltara 2

Bangun Taxiway 183 Meter dari Apron Lanud Tarakan

Siap menampung empat armada sukhoi dan dua herkules. Artinya sangat siaga dalam menjaga stabilitas di perbatasan Kalimantan Utara-Malaysia.

Bangun Taxiway 183 Meter dari Apron Lanud  Tarakan
tribun kaltim/SIY
Letkol Pnb Tiopan Hutapea Komandan Lanud Tarakan meninjau lokasi proyek taxiway dari apron Lanud ke main runway Bandara Juwata Tarakan.

GUNA menunjang operasional pengamanan di perbatasan antara Provinsi Kalimantan Utara dengan Malaysia, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Tarakan perlu ditunjang dengan infrastruktur terbaik. Itu sebabnya kini sedang dibangun taxiway atau akses penghubung dari apron Lanud menuju runway utama Bandara Internasional Juwata Tarakan. 

ALAT berat masih mondar-mandir meratakan tanah di jalur proyek taxiway.  Maklum, permukaan tanah di lahan tersebut labil. Pada kedalaman sekitar 13 meter barulah ditemukan tekstur tanah aslinya. Itu sebabnya pembangunan taxiway harus menggunakan tiang pancang lebih dulu.  

“Tekstur tanah asli itu berada pada kedalaman sekitar 13 meter, jadi kami harus  menggunakan tiang pancang.  Setelah pemancangan barulah dikerjakan konstruksinya sesuai standar airport,” ungkap Syamsul Bandri, Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan  kepada Tribun, Jumat (10/10).

Pengerjaan proyek taxiway sepanjang 183 meter dari apron Lanud ke runway utama Bandara Internasional Juwata Tarakan dimulai sejak Juli 2014 dan ditargetkan rampung akhir Desember nanti. Ini merupakan proyek Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan dana yang bersumber dari APBN.

Ditemui terpisah, Letkol Pnb Tiopan Hutapea Komandan Lanud Tarakan membenarkan pengerjaan taxiway dari apron Lanud ke main runway Bandara Juwata Tarakan sangat penting.  Setelah taxiway rampung,  maka semua armada udara milik TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara yang selama ini diparkir di terminal sipil akan digeser ke apron TNI AU.  Sehingga mengurangi kesibukan di terminal sipil atau komersial.

Apron tersebut, jelas Letkol Tio,  siap menampung empat armada sukhoi dan dua herkules.  Artinya sangat siaga dalam menjaga stabilitas di perbatasan Kalimantan Utara-Malaysia.

Diakui Syamsul Bandri, selama ini bila digelar kegiatan militer, maka terpaksa armada militer menempati sebagian space di apron komersial. “Kami sangat memahami kondisi tersebut karena posisi Tarakan di perbatasan negara, sehingga menjadi lokasi sentral dilakukan kegiatan operasi pengamanan.  Nah, nanti setelah taxiway rampung, maka semua armada TNI dan aktivitasnya dipusatkan di apron Lanud,” tambah Syamsul.(bersambung)

Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved