Fogging hanya untuk Permukiman yang Ada Pasien DBD
Gerakan 3 M paling efektif dibanding fogging atau pengasapan nyamuk.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menurut dokter Slamet Soebagio, Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kota Samarinda, gerakan 3 M paling efektif dibanding fogging atau pengasapan nyamuk.
Pasalnya, melalui gerakan 3 M, nyamuk bisa diberantas sejak masih dalam bentuk jentik. Sementara fogginghanya membunuh nyamuk dewasa. (Baca: Antisipasi Serangan DBD, Hindari Kebiasaan Ini).
Meski begitu, pihaknya melalui Puskesmas setempat tetap akan melakukan fogging di pemukiman yang ditemukan penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Fogging kami lakukan di lokasi pasien atau penderita yang positif DBD. Begitu ada laporan dari rumah sakit, kami akan lakukan fogging di tempat tinggal pasien," katanya, Jumat (28/11/2014).
Pihaknya melakukan pengecekan ke daerah yang dilaporkan itu. Apakah betul ada jentik-jentik nyamuk di sana. Jika ada langsung lakukan fogging.
Menurut dia, jika di semua kelurahan terdapat satu saja penderita DBD, maka akan dilakukan fogging dari rumah penderita. Fogging dilakukan dengan radius 100 meter. (*)