TribunKaltim/

Nelayan Tana Tidung Keluhkan Ketersediaan BBM

Warga minta agar ada pangkalan khusus untuk petani dan nelayan.

Nelayan Tana Tidung Keluhkan Ketersediaan BBM
net
Ilustrasi: kapal nelayan 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Puluhan warga Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap, Senin (1/12) sore menghadiri reses anggota DPRD KTT Dapil 1 Kecamatan Sesayap di kediaman Rini Tika di kawasan pelabuhan speed boat Tideng Pale.

Puluhan warga baik laki-laki maupun perempuan antusias menyampaikan uneg-uneg dan keinginan atau harapannya kepada ketiga wakil rakyat itu. Berbagai persoalan disampaikan kepada H Inuch dari Partai Golkar, Rini Tika Novianti dari Gerindra dan Salim Arifin dari Demokrat. Mulai dari rumah bedah, kolam ikan, jalan tani, hingga bahan bakar minyak (BBM) untuk tani dan nelayan.

Salim Arifin menjelaskan mengenai rumah bedah yang dikeluhkan warga. Menurut Salim rumah bedah itu merupakan program pemerintah provinsi untum membantu warga miskin di kabupaten/kota di Kaltara, termasuk di KTT.

"Syaratnya antara lain, warga miskin, tidak mempunyai rumah dan tidak mempunyai penghasilan tetap. Jika ada yang belum terealisasi atau bermasalah akan kami sampaikan ke dinas yang menangani masalah ini," ujarnya.

Sementara Rini Tika menjelaskan mengenai keluhan warga terkait BBM untuk tani dan nelayan. Warga minta agar ada pangkalan khusus untuk petani dan nelayan. Mereka kesulitan jika harus mengantre di SPBU karena jatah yang diberikan terbatas.

"BBM untuk KTT ini kuotanya masih mengikuti kuota kecamatan, karena itu pasokan BBM juga terbatas. Kedepan perlu mengusahakan agar kuota BBM mengikuti kuota kabupaten. Jika sudah demikian maka pangkalan khusus petani dan nelayan bisa diwujudkan," jelasnya.
Kuota BBM yang terbatas ini kata Rini Tika, sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Tika berjanji akan menanyakan hal itu ke Disperindagkop yang menangani masalah ini.

Sementara H Inuch menjelaskan bahwa reses ini untuk menjaring aspirasi masyarakat yang akan dirumuskan dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah untuk melaksanakannya. Dewan akan melakukan fungsi kontrolnya terhadap pelaksanaan pembangunan termasuk aspirasi masyarakat yang dijaring dari reses ini.

Usai reses dilanjutkan dengan foto bersama warga dengan ketiga wakil rakyat itu sebagai bukti bahwa ketiga wakil rakyat itu telah menemui warga dan melakukan reses dengan cara berdialog secara terbuka, dan dalam suasana kekeluargaan. (*)

Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help