TribunKaltim/

Banjir

Ketinggian Air Lebih dari 2 Meter, Puskesmas Atap pun Lumpuh

Puskesmas Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kamis (22/1/2015) dilaporkan lumpuh total.

Ketinggian Air Lebih dari 2 Meter, Puskesmas Atap pun Lumpuh
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Puskesmas Desa Atap, Kecamatan Sembakung, yang tenggelam pada Kamis (22/1/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Puskesmas Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kamis (22/1/2015) dilaporkan lumpuh total.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin mengatakan, puskesmas sudah tidak bisa beroperasi karena terendam air.

“Sekolah- sekolah, puskesmas sudah tidak beroperasi. Kalau kantor camat masih beroperasi sampai siang ini,” ujarnya.

Amin mengatakan, informasi yang diterimanya hingga siang ini ketinggian air telah mencapai 2,16 meter dari permukaan normal Sungai Sembakung.

“Kemarin ketinggian air mencapai 1,80 meter. Ini naik lagi menjadi 2,16 meter,” ujarnya. (BACA: Air Sungai Sangatta Banjiri Dua Desa di Kutai Timur)

Banjir telah menggenangi tiga desa di Kecamatan Sembakung. Selain Desa Atap, Desa Lubakan dan Desa Tagul juga ikut tenggelam. Biasanya, luapan air paling tinggi merendam Desa Lubakan.

“Tetapi saat ini dari 150 kepala keluarga di Desa Lubakan, sudah sekitar 90 kepala keluarga yang pindah rumah ke kanal. Mereka sudah direlokasi. Jadi tinggal sedikit yang terkena dampaknya,” ujarnya.

Meskipun aktivitas sejumlah fasilitas publik di Desa Atap, ibukota Kecamatan Sembakung telah lumpuh, namun dipastikan belum ada warga yang membuat tenda-tenda pengungsian di tempat yang lebih tinggi.

“Sampai sekarang belum ada yang mengungsi. Kalaupun ada yang meninggalkan rumahnya, mereka pergi ke rumah keluarga yang tempatnya lebih tinggi. Kalau bangun tenda belum ada,” ujarnya.

Amin mengaku telah menempatkan tujuh personel sejak Senin lalu, untuk memantau perkembangan banjir di Kecamatan Sembakung. Para personel tersebut membawa satu speedboat.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help