Pembangunan RSP Long Ampung Dirancang Ulang
Kita akan rencanakan ulang pembangunan RSP Long Ampung ini. Awalnya itu dari Pemprov Kaltim, kita lanjutkan Pemprov Kaltara
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Penjabat Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengungkapkan, rencana pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) di Desa Long Ampung Kecamatan Kayan Selatan akan dirancang ulang. Karena hingga saat ini RSP Long Ampung belum juga terbangun. Padahal, pembangunan RSP Long Ampung ini telah direncanakan sejak awal 2013 lalu.
"Kita akan rencanakan ulang pembangunan RSP Long Ampung ini. Kalau awalnya itu dari Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) sekarang kita lanjutkan ke Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara)," ujar Irianto usai membuka Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di gedung Kristian Center Kabupaten Malinau, Jumat (6/3).
Irianto juga mengatakan, persoalan mengapa hingga saat ini RSP Long Ampung belum juga terbangun karena biaya pembangunan RSP Long Ampung tidaklah sedikit.
"Biasanya yang menghambat pembangunan itu, persoalan lahan yang belum tersedia, waktu akan merencanakan pembangunan belum tuntas. Kemudian, tidak adanya kontraktor yang mau mengerjakan pekerjaan disana juga menjadi persoalan tersendiri, karena biaya pembangunan yang tidak sedikit," ungkapnya.
"Bukan berarti dana yang dialokasikan pemerintah itu sedikit. Hanya saja, menjadi pertimbangan kontraktor, kalau mengambil pekerjaan di sana itu bisa merugi. Jadi belum tentu ada orang yang mau mengambil pekerjaan di sana," pungkasnya.
Namun Irianto menegaskan, pihaknya akan berupaya akan menyelesaikan persoalan tersebut. Psalanya, saat ini RSP juga sudah dibangun di Krayan Kabupaten Nunukan.
"Bukan belum bisa dibangun. Pembangunan harus dilakukan bertahap. Dana kita terbatas. Untuk membangun itu, harus kolaborasi antara kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat. Seperti pembangunan ini, untuk fisiknya Pemprov Kaltim, lahannya Kabupaten Malinau, peralatan kesehatan dari pusat," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Malinau, John Felix Rundupadang mengungkapkan, persoalan utama belum terbangunnya RSP Long Ampung ini karena jadwal lelang yang mepet. Sehingga, tidak ada satu kontraktorpun yang berani mengambil pekerjaan tersebut.
"Oktober 2014 lalu lelang baru dibuka, Bulan Desember pembangunan sudah harus selesai. Kalau begitu, tidak ada yang berani mengambil kegiatan itu. Bisa masuk daftar hitam kontraktor yang mengambil pekerjaan tersebut, kalau tidak bisa selesai tepat waktu," bebernya.
John mengungkapkan, untuk membangun RSP Long Ampung ini, Pemkab Malinau mendapatkan dana sebesar Rp 30 miliar. Dan saat ini, dana tersebut sudah berada di rekening Pemkab Malinau.
"Ya kita minta semua masyarakat di Apau Kayan, yakni Kecamatan Sungai Boh, Kayan Selatan, Kayan Hilir dan Kayan Hulu bisa bersabar. Karena, rumah sakit ini nantinya akan banyak digunakan oleh empat kecamatan di Apau Kayan tersebut," tambahnya.