Pilkada Balikpapan
ABS Yakin Dualisme DPP Partai Golkar tak Ganggu Pencalonan Kepala Daerah
ABS mengaku dualisme di tubuh DPP Partai Golkar tidak akan berdampak terhadap pencalonannya sebagai bakal calon walikota Balikpapan.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Andi Burhanuddin Solong alias ABS mengaku dualisme di tubuh DPP Partai Golkar tidak akan berdampak terhadap pencalonannya sebagai bakal calon walikota Balikpapan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), Desember mendatang.
Ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan ini menyatakan seluruh DPD II dan DPD I akan tunduk pada keputusan tertinggi partai, mengenai kubu siapa yang disahkan.
"Kita tidak khawatir keputusan apapun itu, apakah Pak Agung Laksono atau Pak Ical, DPD siap tunduk. Tapi yang jelas, pencalonan walikota sesuai amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pilkada, bahwa Balikpapan adalah salah satu daerah yang diperketat pilkadanya," bebernya.
ABS resmi mendaftar sebagai balon walikota Balikpapan dari Partai Golkar, Senin (9/3/2015) siang. Kepada TRIBUNKALTIM.CO, ia mengaku selanjutnya akan meminta petunjuk kepada istri, anak, keluarga, dan teman-temannya, serta masukan dari masyarakat Balikpapan. (BACA: Andi Burhanuddin Solong Jadi Pendaftar Pertama Balon Walikota Partai Golkar)
"Saya mohon petunjuk kepada semua warga Balikpapan, apakah pantas saya sebagai walikota. Kalau pantas saya akan fight di pilkada ini. Tapi sebaliknya, saya akan hadap diri jika respons masyarakat berkata lain," ungkapnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga siap menjalin komunikasi dengan pengurus DPP. "Kita belum tau siapa yang akan dilobi. Sudah ada arahan DPP, yang penting bakal calon ini nggak boleh tunggal," ujarnya.
Kota Balikpapan, kata ABS, butuh sosok walikota yang bertipe pekerja keras dan berpihak kepada rakyat. "In sya Allah kalau dukungan penuh, paling lambat Sabtu (14/3/2015) mendatang saya akan mengembalikan formulir pendaftaran ini," pungkasnya. (*)