Pilkada Balikpapan
PKS dan Gerindra Balikpapan Makin Intim
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Balikpapan akan memutuskan arah koalisi pada Sabtu (14/3/2015) mendatang, guna menghadapi pilkada.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Balikpapan akan memutuskan arah koalisi pada Sabtu (14/3/2015) mendatang, guna menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Balikpapan yang digelar akhir tahun ini.
Ketua DPD PKS Balikpapan Syukri Wahid mengungkapkan, keputusan koalisi itu dibahas dalam rapat kerja tertutup bersama panitia ad hoc pilkada di internal partai. Melalui raker itu pula akan diputuskan, apakah PKS membuka penjaringan bakal calon Walikota/Wakil Walikota Balikpapan atau tidak.
Arahan DPP memang menyerahkan sepenuhnya ke DPD. Kami sadar bahwa perolehan empat kursi di DPRD cukup dilematis untuk mengusung kader sendiri, sehingga ujung-ujungnya komunikasi politik harus dibangun,” ujar Syukri kepada Tribun Kaltim, Selasa (10/3/2015). (Baca: Rizal Utus Sekretaris GEMA Mendaftar di Partai Golkar)
Meski sejumlah parpol telah membuka penjaringan balon, PKS tidak mau panik. Sebab, Syukri menilai semua parpol selain Golkar, masih membutuhkan mitra koalisi untuk mengusung calon. Misi utama yang dibidik PKS adalah membangun perahu’ politik.
Sejauh ini, lanjut Syukri, sudah ada dua parpol yang dijajaki untuk berkoalisi, yaitu Gerindra dan PDI Perjuangan. Kedua parpol tersebut sama-sama memiliki enam kursi di DPRD Balikpapan. Namun diakui, komunikasi lebih intens terbangun dengan Gerindra karena sudah berjalan lebih awal. (Baca: Mendaftar ke Golkar, Heru Bambang tak Kapok Ikut Pilkada)
Pertemuan dengan Gerindra, kata Syukri, kerap dilakukan di luar sekretariat. Kedua partai masih sama-sama menjaga diri sebelum ada keputusan resmi berkoalisi. Kalau pun koalisi ini terbangun, kedua partai telah sepakat bahwa calon yang diusung harus dilihat berdasarkan elektabilitasnya. Bukan mengedepankan ego perolehan kursi. (*)