TribunKaltim/

Berita Video

VIDEO - Goweser GGC Menembus Areal Hutan Km 23

Artinya kami seakan siap menerima resiko nyasar alias tersesat. Tentu kata nyasar yang tersirat dalam benak goweser adalah maju tak gentar, nyasar...

VIDEO - Goweser GGC Menembus Areal Hutan Km 23
GGC TRIBUN KALTIM
Narsis dulu di sela-sela perjalanan kami menempuh areal jalan Soekarno Hatta Km 23, Minggu (8/3/2015) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Minggu (8/3/2015) sedikitnya 14 anggota Green Gowes Community (GGC) Balikpapan Tribun Kaltim berkumpul di depan halaman Bukit Nirwana Balikpapan. Iskandar, Budi, Menik, Devi, Charles, Fajar, Mardiono, Tata, Kahar, Ketut, Ridho, Dwi, Bay, ah satu lagi lupa namanya.

Sekitar pukul 07.30, kami bersiap melakoni petualangan menembus areal hutan di wilayah Samboja, Kutai Kartanegara jalan Soekarno Hatta km 23. Atau lebih dikenal sebagai Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) terletak jdi alan raya Balikpapan-Samarinda km 23.

Untuk perjalanan kali ini, kami berpetualang dengan menembus areal hutan yang belum pernah dilalui. Artinya kami seakan siap menerima resiko nyasar alias tersesat. Tentu kata nyasar yang tersirat dalam benak goweser adalah maju tak gentar, nyasar alhamdulillah. Intinya kami ingin ngenjot offroad ria!!

Dengan nyasar berarti kita mendapat titik-titik lokasi jalan buntu dan mencari jalan tembusan. Genjotan diawali di lokasi KWPLH dengan medan jalan pasir berbatu. Baru lima menit perjalanan sudah menemui jalan buntu. Akhirnya kami kembali jalur awal.

Terkadang setiap belokan kami pantau melalui Global Positioning System (GPS) yang dipegang oleh goweser Budi. Tapi bila GPS tidak menemukan celah jalan. Jurus bertanya kepada warga sekitar atau terus berjalan merupakan solusinya. (Baca juga: Peserta Tour de Bromo Buka Baju di Suhu Dingin Penanjakan ...)

Salah satu perjalanan menjadi menyenangkan ketika bertemu dengan sekumpulan anak-anak. Saat ditanya mengenai jalur tembusan hutan.

Dengan lugunya anak-anak itu menyebut lahan tersebut milik salah satu warga. "Dik, kalau lewat sini ada jalan tembusan," tanya kami. Mereka menjawab, "Disana rumahnya pak haji," jawab bocah-bocah ini kompak. Tentu jawaban ini membuat kami tertawa dan sedikit terhibur.

Selanjutnya, kami terus menelusuri perjalanan hingga melewati areal berlumpur. Maklum beberapa hari sebelumnya hujan mengguyur di wilayah Balikpapan dan sekitarnya. Bagi kami bila menemui lumpur seperti mendapat kesenangan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Bayasut
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help