Senin, 13 April 2026

Keramik Gedung DPRD Samarinda Rontok, Dewan Minta Segera Pindah

Sekitar pukul 16.12 Wita, tiba-tiba keramik yang terpasang di tiang pondasi dan juga tangga teras gedung dewan rontok.

TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Keramik Gedung DPRD Samarinda rontok, Rabu (18/3/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota DPRD Samarinda kembali dikejutkan jatuhnya keramik yang terpasang pada tiang pondasi pelataran gedung dewan. Rabu, (18/3/2015).

Kejadian bermula ketika anggota dewan maupun staf dewan hendak pulang. Sekitar pukul 16.12 Wita, tiba-tiba keramik yang terpasang di tiang pondasi dan juga tangga teras gedung dewan rontok. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Kejadian ini kian membuat anggota dewan ingin segera dipindahkan sementara ke gedung yang lebih aman. Beberapa opsi tempat pun dilontarkan oleh anggota dewan. (Baca juga: Pembangunan Taman Eks SMAN dan SMPN 1 Jalan Terus)

"Bekas hotel Golden Season dapat dijadikan sementara untuk operasional dewan, karena gedung tersebut memiliki ruang pertemuan dan area parkir yang cukup memadai," kata Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Saiful.

Politisi partai Hanura tersebut mengungkapkan, usul itu sesuai instruksi Ketua DPRD Samarinda, Alpard Sarif, yang meminta agar seluruh anggota dewan maupun staf tidak ke kantor terlebih dahulu hingga pembangunan selesai.

"Malam ini juga kami akan temui walikota di rumahnya membahas persoalan ini. Ketua DPRD meminta agar kami tidak ke kantor dulu," ungkapnya. (Baca juga: Perbaikan Jalan, Petugas Dishub Bergantian Atur Kepadatan Lalu Lintas)

Senada dengan Saiful, Wakil Ketua DPRD, Siswadi, juga meminta kepada Pemkot agar segera memindah operasional dewan ke tempat yang lebih aman.

"Gedung dewan kan berfungsi sebagai tempat untuk pertemuan, entah dengan pemerintah maupun masyarakat, Tidak hanya itu, keperluan administrasi juga dilakukan di gedung ini. Sudah selayaknya seluruh komponen gedung ini memperoleh jaminan rasa aman," jelasnya.

Namun demikian, dimana pun gedung sementara yang disiapkan oleh pemkot, asalkan tempat tersebut representative, pihaknya tidak mempermasalahkan. Tentunya sesuai dengan kebutuhan dewan, seperti memiliki ruang rapat, ruang pertemuan, ruang masing-masing komisi, serta ruang staf dewan.

"Dimana pun tempatnya asal dapat mendukung kerja dewan, kami tidak masalah. Masa mau menunggu gedung ini roboh, Saya yakin gedung ini tidak akan roboh, hanya saja pelan-pelan materialnya mulai rontok," katanya.

Siswadi menilai, teknis pelaksanaan pembangunan gedung baru DPRD tersebut tidak dilakukan dengan profesional. Karena seharusnya, sebelum membangun, pihak konsultan maupun kontraktor telah memiliki prakiraan tentang dampak yang ditimbulkan dari proses pembangunan tersebut. "Berarti diawal perencanaan sudah terjadi kesalahan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved