Relokasi Karang Mumus Lamban Karena Susah Selaraskan Keinginan

Dari data yang ada,sekitar 3.800 rumah (KK) warga yang bermukim di sungai Karang Mumus. Saat ini Pemkot baru memindahkan sekitar 1.000 rumah (KK).

Relokasi Karang Mumus Lamban Karena Susah Selaraskan Keinginan
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Anggota Brimob Detasemen B Pelopor Polda Polda Kaltim membersihkan sejumlah rumput di yang menggangung di jalan Jembatan Gelatik Kelurahan Temindung Permai, RT 31, Samarinda, saat Gerakan Samarinda Bebas Banjir, Jumat (5/12). GSBB melibatkan personel dari Kodim 0901 Samarinda, Brimobda Kaltim, Polresta Samarinda, Mahasiswa membersihkan kawasan aliran Sungai Karang Mumus (SKM) sejauh 3 KM sampai jembatan 1 jalan Pangeran Suriansyah. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Relokasi warga Samarinda yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Karang Mumus gagal direalisasikan pada kepemimpinan Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail.

Dari data yang ada, ada sekitar 3.800 rumah (KK) warga yang bermukim di sungai Karang Mumus. Saat ini Pemkot Samarinda baru bisa memindahkan sekitar 1.000 rumah (KK) ke daerah Handil Kopi.

Padahal relokasi warga sungai Karang Mumus masuk RPJMP 2010-2015 dan selalu menjadi program prioritas dari Pemkot Samarinda setiap tahunnya. (Baca juga: REI Bangunkan Rumah untuk Warga Sungai Karang Mumus)

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Samarinda, Sugeng Chairuddin, mengatakan jika pemkot telah berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan relokasi terhadap warga di Karang Mumus.

"Lokasi relokasi sudah tersedia, tapi untuk menyelaraskan keinginan masyarakat dengan pemerintah susah untuk diterapkan. Ini yang membuat relokasi berjalan lamban," ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tahun ini kembali menargetkan ada 100 rumah yang akan segera dipindahkan. Pada APBD 2015 Pemkot telah menganggarkan sebesar Rp 10 sampai Rp 15 miliar untuk relokasi warga sungai Karang Mumus.

"Nanti di (APBD) perubahan akan ditambah lagi anggaran relokasi, agar jumlah rumah yang dapat dipindahkan juga banyak. Upaya pendekatan ke warga akan dilakukan agar dapat segera dipindahkan," urainya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved