TribunKaltim/

Hari Kartini

Netizen Bingung, Mengapa Kartini bukan Cut Nyak Dien?

Kata kunci Cut Nyak Dien sempat menjadi topik populer di Twitter Indonesia dan dikicaukan lebih dari 2.500 kali

Netizen Bingung, Mengapa Kartini bukan Cut Nyak Dien?
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Peringati Hari Kartini, Polantas Kutim membagikan sembako, masker, juga bunga kepada pedagang pasar dan pengendara motor. 

TRIBUNKALTIM.CO – Hari ini tanggal 21 April, diperingati sebagai hari besar nasional untuk mengenang jasa pahlawan perempuan, Raden Ajeng Kartini.

Euforia Hari Kartini menjalar ke seluruh penjuru tanah air. Setiap orang khususnya kaum perempuan, kerap memperingatinya dengan mengenakan busana khas tradisional. Namun di balik peringatan tersebut, tidak sedikit pula masyarakat yang memberikan komentar miring.

Sejumlah pengguna Twitter misalnya, menyatakan sosok Cut Nyak Dien lebih pantas dihargai dibandingkan Kartini di tengah perayaan Hari Kartini, seperti dilansir dari BBC Indonesia, Selasa (21/4/2015).

"Kartini adalah simbol bahwa perempuan hanya butuh tinggal di rumah dan tidak butuh pergi ke medan perang seperti Cut Nyak Dien dan lainnya," kata Pradikta Dwi Anthony lewat ‏@TravellersID, dalam bahasa Inggris.

Lainnya menulis, "Lebih layak Cut Nyak Dien ketimbang Kartini, Kartini mah perjuangannya gak ada- kata seorang nenek depan rumah," kata Ivan Gabe melalui ‏@gabe_gabe_an.

RA Kartini dan Cut Nyak Dien

Kata kunci Cut Nyak Dien sempat menjadi topik populer di Twitter Indonesia dan dikicaukan lebih dari 2.500 kali. Perempuan asal Aceh ini dikagumi karena keberaniannya memimpin pasukan melawan Belanda, setelah suaminya, Teuku Umar, gugur.

"Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika," kata Mariana Amiruddin ‏melalui @marianamiruddin.

Pendiri Komunitas Historia Indonesia Asep Kambali mengatakan dipilihnya Kartini sebagai sosok perempuan pejuang versi Belanda memang berlatar politis.

'Dimunculkan Belanda'

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help