Profil

Terbiasa Pakai Sarung, Legislator Ini Merasa Risih Mengenakan Busana Formal

Pria kelahiran Wajo, 3 Maret 1987 ini berasal dari keluarga sederhana di tanah kelahirannya.

Terbiasa Pakai Sarung, Legislator Ini Merasa Risih Mengenakan Busana Formal
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Ambo Intang 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ambo Intang adalah salah satu dari 35 orang yang berhasil menduduki kursi DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), hasil pemilihan legislatif 9 April 2014 lalu.

Namun siapa sangka, di balik kesuksesannya tersimpan cerita menarik. Pria kelahiran Wajo, 3 Maret 1987 ini berasal dari keluarga sederhana di tanah kelahirannya.

Lulus dari SD Negeri di desanya, orang tuanya lantas meneruskan sekolah Ambo ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) As'adiyah 2 Sengkang (ibukota Kabupaten Wajo) sekitar tahun 2000.

Tahun 2003, saat Ambo duduk di kelas 3 MTs, ia sudah mulai berdakwah di lingkungan sekolah. Kebetulan di sekolah tersebut pendidikan agama Islam sangatlah kental.

Ambo Intang memasuki usia remaja. Ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) As'adiyah Sengkang di tahun 2004. Tak lama akhirnya memasuki perguruan tinggi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) As'adiyah di tahun 2005 dan berhasil lulus pada tahun 2010.

BACA juga: Perempuan Asal Tanjung Selor Ini Terpanggil Kembangkan Budidaya Kepiting

Setelah kelulusannya, Ambo Intang memilih jalur dakwah. Ia mengenang, dari hasil itulah ia bisa menyambung hidup, meski sedikit masih bergantung pada orangtua.

Singkat cerita, sekitar tahun 2012, Ambo Intang secara tak sengaja hengkang dari Pulau Celebes ke Pulau Borneo. Ia harus menghadiri pernikahan keluarganya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

"Saya dipanggil hadiri pernikahan keluarga di Berau waktu itu. Kebetulan saya juga dikasih tugas sama keluarga untuk suplai beras dari Sulawesi untuk acara pernikahan itu," ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Kaltara.

Ia merasa betah di Berau. Ia sempat berbagi ilmu baca tulis Al-Qur'an di pelatihan qori Masjid Agung Berau sebelum akhirnya beberapa bulan hijrah ke Tanjung Selor. "Saya baru di sini. Baru sekitar dua tahun lebih," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help