Kamis, 11 Juni 2026

Ini Manfaat Topi Anti Demam Berdarah Dengue

“Kurang lebih 800 rumah yang mendapatkan topi anti DBD, dengan masing-masing empat topi setiap satu rumah,” kata Anniesa.

Tayang:
Penulis: Siti Zubaidah |
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Salah satu warga pesisir memberikan topi anti DBD, sebagai cinderamata pada Jamaluddin, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Tarakan, di Gedung Serba Guna Walikota Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pemerintah kota Tarakan, melalui kolaborasi BKM Sejahtera, Mercy Corps Indonesia, Badan Lingkungan Hidup, menguatkan warga Tarakan hadapi dampak perubahan iklim dengan mencegah dan mengurangi jentik nyamuk dengan membuat Topi Anti Demam Berdarah (DBD).

Mercy Corps Indonesia gelar penutupan proyek Topi Anti DBD (TAD) pada penampungan air, yang merupakan salah satu upaya preventif pengendalian vector DBD di kawasan permukiman pesisir kelurahan Selumit Pantai, kota Tarakan yang menjadi pilot project di Gedung Serba Guna Kantor Walikota.

Aniessa Delima Sari Program Manager Mercy Corps Indonesia berinisiatif membagi 800 lebih topi anti DBD yang dibagikan ke warga Selumit Pantai, Kota Tarakan.

“Kurang lebih 800 rumah yang mendapatkan topi anti DBD, dengan masing-masing empat topi setiap satu rumah,” kata Anniesa.

Sekarang masyarakat bisa mendapatkan dan mengelolah sendiri, dari yang selama ini menggunakan topi anti DBD itu sangat signifikan mengurangi angka bebas jentik.

Dari 40-50 persen angka bebas jentik sekarang meningkat hingga 80-90 persen untuk diarea sampel (Selumit Pantai).

Topi anti DBD itu dipasang di tempat penampungan air, jadi sebagai cover atau penutup drum tampungan air yang selama ini menampung air hujan.

“Jadi harapannya nyamuk tersebut tidak masuk dan berkembang di air tersebut, tapi di sisi lain bisa menampung air hujan, dan tertutup tempatnya, termasuk kotoran dari atap, tikus atau binatang lain akan tertahan, sehingga tidak mengotori air tampungan tersebut,” katanya.

Bahan topi anti DBD ini merupakan kain kasa, yang perlu diperhatikan besar porinya, jangan sampai besar porinya bisa membuat nyamuk masuk.

“Jadi pinggiranya dipasang karet kolor, sehingga bisa rapat dan dengan mudah tempat penampungannya,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved