Megawati Dukung Kalimantan Tengah Jadi Ibu Kota Negara

"Pak Teras Narang seharusnya bangga karena Kalteng merupakan garis khatulistiwa," ucap Megawati.

Megawati Dukung Kalimantan Tengah Jadi Ibu Kota Negara
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN
Presiden terpilih, Joko Widodo (dua kiri) berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (dua kanan) dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani (kiri) serta Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Rakernas yang dihadiri presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) serta sejumlah ketua partai koalisi ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendukung wacana pemindahan Ibu Kota negara dari DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut Megawati, Kalimantan Tengah sangat cocok untuk dijadikan Ibu Kota negara.

"Pas Bung Karno menggagas dipindahkan Ibu Kota ke sana (Kalimantan Tengah), menurut saya sebenarnya itu tepat," kata Megawati, saat memberikan kuliah umum di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Megawati menjelaskan, posisi Kalimantan Tengah sangat tepat menjadi Ibu Kota negara karena lokasinya yang tepat di garis khatulistiwa. Ia meminta Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, yang hadir dalam acara itu untuk menyadari dan mensyukuri hal tersebut.

"Pak Teras Narang seharusnya bangga karena Kalteng merupakan garis khatulistiwa," ucap Megawati.

Presiden ke-5 Republik Indonesia itu melanjutkan, wacana dipindahkannya Ibu Kota negara ke Kalimantan Tengah muncul karena kondisi DKI Jakarta yang semakin memprihatinkan.

"Kalau Jakarta tiap hari makin terendam banjir, bukan saja karena rakyat buang sampah, tapi karena lautnya memang naik," ujarnya.

Baca: Teteskan Air Mata, Megawati Buka Kongres PDI-P

Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengatakan bahwa pemindahan ibu kota akan menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi Indonesia.

Jika Indonesia memiliki kota pusat pemerintahan yang baru, SBY yakin kondisi Jakarta akan jauh lebih baik.

Meski ibu kota akan pindah, SBY mengatakan, Jakarta tetap akan berfungsi sebagai pusat ekonomi dan perdagangan. Dia pun memberi contoh negara-negara yang sudah memisahkan pusat pemerintahan dengan pusat ekonomi, seperti Turki, Australia, dan Malaysia.

"Pelajari, misalkan apa yang terjadi dengan adanya Putra Jaya, sedangkan Kuala Lumpur juga masih bisa berfungsi dengan baik," katanya dalam keterangan pers di Hotel Grand Emerald, St Petersburg, Rusia, Sabtu (7/9/2013), seperti dikutip dari laman www.president.go.id. (Indra Akuntono)

***
Baca berita selengkapnya, eksklusif, terkini, unik dan menarik di Harian Tribun Kaltim
Seru, berinteraksi dengan 70 Ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co  dan Follow  twitter@tribunkaltim dan tonton Video Youtube TribunKaltim


Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved