BMPD Sumbang Rp 50 juta untuk UMKM

"Peminatnya banyak ada seratus tujuh puluh UKM. Tapi, kita sortir dulu lima puluh orang. Nanti ada lagi kegiatan seperti ini," ujarnya.

BMPD Sumbang Rp 50 juta untuk UMKM
TRIBUN KALTIM / ADE MIRANTI
BMPD Samarinda dan Kepala KPwBI Kaltim berikan santunan dana kepada 50 UMKM. Sekaligus kegiatan buka bersama dan shalat tarawih bersama dengan anak yatim, di lantai 4 ruang Serba Guna Bengkirai, KPwBI Kaltim, Minggu (28/6/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan bantuan dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD).

Pelaksanaan bantuan tersebut dilakukan di Lantai 4 ruang Serba Guna Bengkirai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim, Minggu (28/6/2015) sore.

Acara bantuan sekaligus buka berpuasa dan shalat tarawih bersama ini dihadiri puluhan kepala perbankan di Samarinda.

Tak hanya itu, sebanyak 25 anak yatim piatu TPA Muslimin berlokasi di Batu Cermin turut diundang. Selepas berbuka puasa, Kepala KPwBI Kaltim, Mawardi BH Ritonga menyebutkan sebanyak Rp 50 juta diberikan kepada UMKM dan santunan kepada yayasan panti asuhan.

"Jadi, para pedagang kecil tadi kita kasih satu juta per orang. Juga kita berikan sumbangan kepada anak yatim piatu," katanya.

Adanya kegiatan pemberian modal, lanjut Mawardi, sebagai bentuk adanya upaya BMPD Samarinda meningkatkan perekonomian Indonesia yang melesu disektor UMKM.

Ditambahkan, kegiatan ini merupakan mandat dari Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak agar para perbankan peduli dengan usaha informal.

"Ada tiga puluh tujuh kepala perbankan mengajukan dua pedagang kecil. Terus mereka diberikan bantuan modal sekaligus pembekalan bagaimana caranya membesarkan usaha mereka yang kecil menjadi besar. Kegiatan ini menunjukkan kalau BMPD itu memperhatikan pedagang-pedagang kecil. Juga kita dulu pernah bertemu dengan pak gubernur, kata beliau perbankan harus perhatikan UKM," paparnya.

Kegiatan bantuan modal ini, ujar Mawardi, kali pertama dilakukan. Dikatakan, terdapat 170 pelaku UMKM yang berminat untuk diberikan pembekalan dan bantuan modal.

Namun, untuk pertama kali kegiatan bantuan modal itu, diberikan batasan sebanyak 50 orang.

"Peminatnya banyak ada seratus tujuh puluh UKM. Tapi, kita sortir dulu lima puluh orang. Nanti ada lagi kegiatan seperti ini," ujarnya.

BMPD, sebutnya, banyak melakukan kegiatan selain bantuan modal. Dia mengatakan, kegiatan pelatihan untuk para narapidana juga pernah dilaksanakan.

"BMPD bekerjasama dengan Depkumham, sudah melakukan pelatihan untuk napi. Ketika bebas nanti mereka sudah ada bekal," katanya. (*)

Penulis: Ade Miranti
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help