TribunKaltim/

Ibu-ibu Pejabat Diajak Nongkrong di Tepian Mahakam

Julukan Samarinda sebagai Kota Tepian membuat sepanjang Tepian Mahakam menjadi ikon ibukota Provinsi Kaltim ini.

Ibu-ibu Pejabat Diajak Nongkrong di Tepian Mahakam
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kawasan Tepian Mahakam dilihat dari Jembatan Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (7/7/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Julukan Samarinda sebagai Kota Tepian membuat sepanjang Tepian Mahakam menjadi ikon ibukota Provinsi Kaltim ini. Tak heran, warga luar daerah selalu menyempatkan diri mengunjungi Tepian Mahakam saat baru berkunjung ke Samarinda.

Seperti yang dilakukan ibu-ibu Dharma Wanita asal DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya ke Kaltim, ibu-ibu istri pejabat DKI ini menyempatkan nongkrong di Tepian Mahakam.

"Saya ajak mereka (Dharma Wanita) berjalan kaki di Tepian Mahakam. Mereka bilang indah sekali," ungkap Kepala Biro Pembangunan Daerah Kaltim Salman Lumondang, Selasa (7/7/2015).

Penataan Tepian Mahakam dari depan Kantor Gubernur hingga SPBU Teluk Lerong menjadi wewenang Pemprov Kaltim.

"Waktu baru selesai kita bangun (lampion dan taman), saya ajak orang-orang kantor jalan kaki, dari depan Kantor Gubernur sampai Teluk Lerong sambil foto-foto," ucap Salman sambil menunjukkan beberapa foto bersama pegawainya di Tepian Mahakam.

Baca: Pemkot Fokus Jual Sarung Samarinda dan Sungai Mahakam

Sedikitnya Rp 800 juta dihabiskan Pemrov Kaltim menata sebagian kawasan Tepian Mahakam. "Sisanya, kita akan pakai dana CSR (Coorporate Social Responsibility) untuk menata Tepian Mahakam," katanya lagi.

Pemprov mengusung konsep plaza dan taman untuk menata Tepian Mahakam. Dilengkapi jogging track (tempat pejalan kaki) yang berbatasan langsung dengan tepi Sungai Mahakam. Lampion aneka bentuk, warna, dan ukuran juga telah dipasang. Perbaikan taman juga telah dilakukan.

Konsep plaza, maksudnya menyediakan ruang terbuka untuk aktivitas masyarakat. "Itu ruang untuk komunitas berkumpul, pameran lukisan dan sebagainya. Lokasinya di depan PLN. Biasa dibuat panggung untuk Festival Mahakam," urainya.

Aksi Pemprov turut menata tepian ini diharapkan diteruskan oleh Pemkot Samarinda. "Pak Gubernur ingin Samarinda sebagai Ibukota Kaltim tampak cantik. Kita berharap Pemkot Samarinda bisa meneruskan," sebutnya.

Salman mengakui faktor ketertiban masih menjadi kendala Tepian Mahakam menjadi maskot wisata di Samarinda. Salman berharap, Pemkot bisa melakukan penataan ketertiban di Tepian Mahakam.

"Rombong-rombong PKL ditata, dibuat cantik. Kalau bisa, masaknya jangan di tepian, nanti sampahnya dibuang di situ juga," sarannya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help