TribunKaltim/

Kapal Sembako tak Sampai Mahulu Pedagang Siapkan Uang Ekstra

Musim kemarau yang berlangsung sebulan lebih menyebabkan air Sungai Mahakam di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Hulu, Kalimantan Timur makin surut.

Kapal Sembako tak Sampai Mahulu Pedagang Siapkan Uang Ekstra
TRIBUN KALTIM/ALEX PARDEDE
Awak kapal pengangkut sembako mengukur kedalam Sungai Mahakam, karena tidak dapat dilintasi akibat pendangkalan. 

TRIBUNKALTIM.CO, MAHAKAM ULU - Musim kemarau yang berlangsung sebulan lebih menyebabkan air Sungai Mahakam di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Hulu, Kalimantan Timur makin surut.

Imbasnya pasokan sembako dan transportasi masyarakat menuju Mahulu melalui Sungai Mahakam terganggu.

Debit Sungai Mahakam yang mengalami penurunan menyebabkan penyempitan jalur sungai dan pendangkalan.

Para pengguna jalur Sungai Mahakam harus ekstra hati-hati atau terpaksa harus bergantian melintas di jalur sungai yang sempit tersebut.

Terganggunya transportasi di Sungai Mahakam berdampak pada kenaikan harga sembako dan bahan bakar minyak (BBM). Bensin yang sebelumnya dijual Rp 8.000 naik menjadi Rp 12.000 per liter. Belum lagi harga sembako yang merangkak naik. Menurut informasi, harga sembako rata-rata naik hingga Rp 20 ribu per item.

Sulitnya mengangkut sembako dari Samarinda ke Mahulu sangat dirasakan sejumlah pedagang sembako.

Ujoh Bilang Hanyeq Lung, pedagang sembako asal Mahulu mengaku harus mengeluarkan uang ekstra sekitar Rp 10 juta untuk mengangkut sembako yang dikirim hanya sampai Long Iram, Kutai Barat.

Biasanya saat air Sungai Mahakam normal, hanya bermodal Rp 4 juta untuk mengangkut sembako ke Mahulu.

Sembako dari Samarinda diangkut lewat kapal penumpang tujuan Long Bagun setiap kali belanja 10 ton. Biaya yang dikeluarkan Rp 4 juta, termasuk ongkos buruh angkutnya.

Saat Sungai Mahakam dangkal seperti sekarang ongkos naik menjadi Rp 10 juta untuk menyewa 2 perahu panjang dan buruh angkut mengambil sembako yang masih dimuat dalam kapal penumpang Samarinda-Long Bagun di Long Iram.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help