Citizen Journalism

Jangan Takabur Dengan Uang

MARAKNYA praktik politik uang dalam proses Pilkada Balikpapan membuat kita prihatin. Hal ini menjadikan uang seolah-olah segala-galanya.

Jangan Takabur Dengan Uang
tribunkaltim.co/Arief Zulkifli
Ilustrasi 

Oleh: KH.Syekh Mas'ud Husain Al-Hasani

Ketua Umum DPP Perhimpunan Rakyat Asli Kalimantan

MARAKNYA praktik politik uang dalam proses Pilkada Balikpapan membuat kita prihatin. Hal ini menjadikan uang seolah-olah segala-galanya dan calon yang memiliki uang paling banyak dengan sombongnya merasa bakal memenangkan Pilkada.

Uang bukan segalanya dan bukan poin terpenting dalam memenangkan pertarungan pemilihan kepala daerah.
Tidak benar kata orang, bahwa untuk menang pilkada harus punya dana besar. Mereka yang menggunakan uang banyak untuk meraih perolehan suara adalah orang yang tidak mengerti manajemen politik, dan tidak paham kekuasaan Allah SWT.

BACA JUGA: Ini 269 Daerah yang Gelar Pilkada Serentak 2015

Ada poin penting sebagai struktur dasar utama dalam meraih dukungan masyarakat pada pilkada di Balikpapan yang rencananya akan digelar 9 Desember 2015. Poin-poin penting ini berupa jaringan yang harus saling mendukung, bersinergi dan hidup secara simultan. Jaringan yang harus dihidupkan yakni jaringan tradisional dan keluarga.

Selanjutnya, jaringan emosional, seperti teman satu sekolah, satu kantor, tetangga satu tempat tinggal maupun teman seorganisasi. Tidak hanya teman secara sosial, teman secara kedekatan ekonomi dan politik pun juga harus digerakkan.

Poin lainnya adalah kepentingan, yakni jaringan terhadap orang-orang yang memangku dan memiliki kepentingan terhadap Kota Balikpapan. Keempat adalah jaringan kekuatan dan kekuasaan, baik kekuatan di bidang ekonomi, sosial dan politik. Empat poin penting tersebut harus dipadukan dengan pendekatan terhadap media massa dan tokoh berpengaruh sebagai penghubung calon dengan masyarakat.

BACA JUGA: Mahar Politik Ancam Kelangsungan Pilkada Serentak

Kalau memang ingin menang dalam Pilkada, maka para calon ini harus segera melakukan kerja sama dan merangkul tokoh-tokoh yang memiliki kharismatik dan pengikut yang fanatik, karena mereka inilah yang memiliki suara yang signifikan untuk membantu kemenangan pasangan dan doa-doa mereka inilah yang tulus dan cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Pemilik sejati sebuah kekuasaan (power) hanyalah Allah swt. Firman Allah dalam Al Quran: "Katakanlah, Ya Allah Tuhan yang memiliki segala kekuasaan. Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." ( QS.Ali Imran: 26).

BACA JUGA: Mantan Anggota DPRD Kutai Timur Cetak Uang Palsu

Betapapun besar kekuasaan seorang raja, Presiden yang diberikan oleh Allah, bagi-Nya sangat mudah untuk mencabutnya. Betapa banyak kita lihat para penguasa yang memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas, dan diwariskan kepada anak cucunya, begitu ia mendapat jeweran Tuhan langsung jatuh tersungkur. (*)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved