TribunKaltim/
Home »

Opini

Salam Tribun

Kaltim Wow

Bagaimana dengan Kaltim? Sudahkah kita membikin sesuatu yang bisa memukau orang? Kita punya Tepian Mahakam...

Kaltim Wow
DOK TRIBUNKALTIM

SALAM TRIBUN

Kaltim Wow...?!

Oleh ACHMAD BINTORO

Sudah terlalu lama dahi Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto berkerut. Ia kecewa dengan perilaku sejumlah menterinya yang terlibat berbagai skandal korupsi. Ditambah lagi insiden larinya gembong narkoba yang digdaya sejagad, Joaquin "El Chapo" Guzman, dari penjara berkeamanan maksimum, Juli lalu. The Wall Street Journal mencatat, saat itu popularitasnya menukik tajam, dari 61 persen menjadi 34 persen.

Tetapi, sore itu, di istananya yang megah, Palacio Nacional di Meksiko City, Nieto mendadak dapat dengan mudah tertawa lepas. Suaranya bergema dari balkon tengah hingga terdengar oleh pekerja taman yang sedang merawat agave. Bukan karena candaan istrinya yang cantik, Angelica Rivera. Mantan penyanyi-bintang telenovela "Dulce Desafio" yang dijuluki La Giovita (si Burung Camar), karena perannya sebagai gadis lugu dan rendah hati dalam telenovela itu, sedang berada di kediamannya, di Los Pinos.

Bukan pula karena ia telah berketatapan bulat untuk mencopot enam menterinya yang bermasalah itu. Kelompok pelukis jalanan, "Germen Krew" datang memperlihatkannya gambar pemukiman di kawasan bukit batu Las Palmitas, Pachuca, sebuah kota kecil di provinsi Hidalgo, Meksiko. Nieto hampir tak mengenali lagi bahwa rumah-rumah itu sebelumnya adalah pemukiman kumuh.

Baca: Membangun Mimpi di Tepian Mahakam

"Wow... !!! Asombroso! Anda sedang tidak bercanda kan?!" Nieto bergantian menatap foto dan para pemuda di depannya, didampingi sejumlah pejabat daerah. Mereka rupanya telah menyelesaikan proyek "El Makro Mural Barrio de Palmitas" yang diberikan khusus kepada Germen Krew dengan 20 pelukisnya itu.

"Ini...ini!" kata Nieto dengan telunjuk mengarah ke foto-foto mural di lereng bukit Palmitas. "Yang begini ini yang memang saya mau. Saya ingin yang memukau agar orang mau melirik Palmitas. Luar biasa. Ok, saya sendiri nanti yang akan meresmikan proyek itu," tandasnya bersemangat.

Dua minggu kemudian, Presiden Pena Nieto, Senin 31 Agustus waktu setempat, meresmikan proyek mural raksasa tersebut. Beragam warna dioles secara kohesif, abstrak dan garis-garis terang pelangi. Ada lembayung muda, hijau limau, jingga terang, dan sedikit biru yang kalau dari kejauhan terlihat seperti pelangi.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help