Kurs Rupiah

Dulu Seribu Rupiah Bisa Dapat Tiga, Sekarang Mungkin Dapat Dua

Kenaikan biaya operasional dan bahan baku tentu akan berpengaruh pada harga barang yang dijual kepada masyarakat.

Dulu Seribu Rupiah Bisa Dapat Tiga, Sekarang Mungkin Dapat Dua
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas memperlihatkan pecahan dolar AS yang akan ditukarkan di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Kawasan Blok M, Jakarta, Senin (24/8/2015). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terus melemah belakangan ini. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berdampak pada usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjadi binaan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur Cabang Nunukan.

Pemimpin BPD Kalimantan Timur Cabang Nunukan, Basran mengungkapkan, melemahnya nilai rupiah dimaksud menyebabkan kenaikan biaya operasional para pelaku industri UMKM, terutama yang menjadi binaan Bank Kaltim.

“Biaya operasional naik, bahan bakunya juga ikut naik secara otomatis,” ujarnya.

BACA JUGA: Gawat, Rupiah Melemah ke 14.000 Jika Kabinet Jokowi Salah

Pengunjung mencicipi Kacang Goyang Cici khas Tenggarong, di stan Pameran UMKM Samarinda On Fest, lantai 2, Upper Ground Plaza Mulia Samarinda, Minggu (11/1/2015). Kacang Cici khas Tenggarong berbahan bumbu bawang tiwai dikenal memiliki kasiat. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Kenaikan biaya operasional dan bahan baku tentu akan berpengaruh pada harga barang yang dijual kepada masyarakat.

“Harga jual barang bisa dinaikkan atau volume yang agak dikurangi,” ujarnya.

Padahal, kata dia, dengan menaikkan harga barang, tentu daya beli masyarakat juga akan menurun.

“Dulunya seribu rupiah bisa dapat tiga, tetapi sekarang mungkin seribu dapat dua,” ujarnya.

Tak hanya terjadi di Nunukan, dampak seperti ini tentu juga dirasakan pelaku UMKM di daerah lain di Indonesia. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim


Penulis: Niko Ruru
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved