Citizen Journalism

Kemiskinan, Pembangunan Berkelanjutan, dan Konflik Maritim

KERJA sama para pakar ASEAN dan Asia Timur (Network of East Asian Think-tanks/NEAT) menggelar konferensi tahunan, di Hotel Royal Panghegar Bandung.

Kemiskinan, Pembangunan Berkelanjutan, dan Konflik Maritim
TribunKaltim/Anjas Pratama
Latihan Kesiapan Koarmaritim Menghadapi Aksi Terorisme dilaksanakan Lanal Balikpapan bersama aparat gabungan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Senin (11/5/2015) 

Oleh: Bernaulus Saragih, PhD.
Pusat Studi Asean Universitas Mulawarman
Member of East Asian Think Tanks

KERJA sama para pakar ASEAN dan Asia Timur (Network of East Asian Think-tanks/NEAT) menggelar konferensi tahunan, di Hotel Royal Panghegar Bandung-Jawa Barat, 7-8 September lalu. Acara yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Sekretariat ASEAN ini dihadiri ratusan peserta perwakilan dari negara-negara ASEAN dan tiga mitra yaitu Jepang, China, dan Korea Selatan.

Sebelumnya antara Mei-Juli 2015, telah dilaksanakan serangkaian pertemuan kelompok kerja di Tokyo, Beijing, Singapura, dan Yogyakarta. Hasil pertemuan tersebut dipaparkan dalam konferensi di hari pertama. Di hari kedua, khusus digelar seminar mengenai maritim East Asian.

Para peserta yang hadir didominasi para pakar dan diplomat dari berbagai perguruan tinggi di ASEAN dan 3 negara mitra. NEAT telah berusia 13 tahun dan baru dalam pertemuan kali ini hadir perwakilan dari Kalimantan, yakni Universitas Mulawarman (Unmul), sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan yang memiliki Pusat Studi ASEAN (PSA) didirikan atas kerja sama Unmul dengan Kementerian Luar Negeri, November 2013 lalu.

BACA JUGA: Balikpapan Jadi Acuan Pengentasan Kemiskinan

Kehadiran perwakilan PSA Unmul adalah untuk menunjukkan partisipasinya dalam berbagai forum dan diskusi mengenai ASEAN dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang segera memasuki era baru. Termasuk juga memberi pemahaman bagi para pihak akan masih kompleksnya permasalahan bagi wilayah tertinggal terutama luar Jawa dan secara khusus Kalimantan terutama wilayah perbatasan memasuki era baru MEA.

Tiga isu utama yang dibahas dalam Konferensi ke-13 NEAT adalah Pemberantasan Kemiskinan yang dipimpin Tim Thailand dan China, kedua Pembangunan Berkelanjutan dan Peningkatan Kualitas Hidup yang dipimpin Tim Singapura dan Korea serta terakhir, Kerja sama Maritim Asia Timur yang dipimpin Indonesia dan Jepang.

Kemiskinan masih saja dibahas karena Asia dan Asia Tenggara telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia disusul Amerika Serikat dan Uni Eropa, namun kawasan ini masih dihadapkan pada ancaman kemiskinan. Permasalahan utama seiring semakin meningkatnya ekonomi kawasan ini adalah kesenjangan yang semakin tinggi, baik antar negara maupun dalam negara ASEAN, China, Korea dan Jepang. Jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin tidak semakin mengecil melainkan semakin dalam. Isu yang kedua terkait kemiskinan adalah persoalan bagaimana memberantas kemiskinan dalam situasi politik yang di berbagai wilayah masih labil dan tidak berpihak pada upaya pemberantasan kemiskinan sehingga mengakibatkan rakyat tidak memperoleh jaminan hidup yang layak dan termarjinalkan. Seperti masih adanya konflik di Myanmar dengan pengungsi Rohingya, di Philippina Selatan, Thailand bagian Selatan, Papua, dan konflik antar negara seperti Thailand-Kamboja.

BACA JUGA: Tingkat Kemiskinan Dinamis, Tak Ada yang Menjamin Besok Masih Kaya

Terkait kemiskinan, isu lain yang dibahas adalah masih rendahnya transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam ke teknologi tinggi. Banyak wilayah negara ASEAN yang dulunya makmur karena ekspor sumber daya primer yang tinggi namun berubah menjadi miskin karena ketersediaan sumber daya alam (SDA) yang telah habis atau karena SDA andalan tidak lagi menjadi primadona di pasar international sehingga terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), kehilangan akses dan kesempatan bekerja dan kehilangan sumber-sumber pendapatan dengan dampak lingkungan yang belum teratasi.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved