Berita Pemkab Kutai Timur

Mari Bergerak Bersama Selamatkan Orangutan

Dia menjelaskan laman ini juga memuat berbagai hal yang mengancam kelestarian mamalia tersebut.

Mari Bergerak Bersama Selamatkan Orangutan
ISTIMEWA
Melihat Orangutan yang langka menjadi salah satu tujuan turis mancanegara datang ke Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - The Nature Conservancy (TNC), selaku mitra Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam pelestarian lingkungan alam dan habitat satwa langka terus menggalakkan program-program positif.

Belum lama ini, memperingati Hari Orangutan Sedunia yang jatuh pada 19 Agustus lalu, TNC kembali meluncurkan laman khusus (website) untuk mengampanyekan penyelamatan orangutan secara global.

Dengan masuk ke www.nature.org/orangutans, pengunjung dapat memperoleh informasi terkini mengenai orangutan.

"Mulai habitat tempat mereka tinggal, fungsi mereka sebagai penebar biji pohon yang kemudian tumbuh melestarian hutan Kalimantan dan Sumatera, hingga ragam makanan yang mereka konsumsi,” kata Herlina Hartanto, Direktur Program Teresterial TNC Indonesia.

Dia menjelaskan laman ini juga memuat berbagai hal yang mengancam kelestarian mamalia tersebut. (Baca juga: Tak Taat Aturan, Pengurusan Izin Toko Waralaba Dihentikan)

Selain informasi yang dikemas dengan tampilan sederhana dan bahasa yang mudah dimengerti, video dan cerita dari staf dan mitra-mitra TNC, laman ini juga mengajak masyarakat dari berbagai penjuru dunia untuk turut berpartisipasi dalam konservasi orangutan dengan menjadi pelindung hutan atau forest guardians.

Dijelaskan lebih jauh, hutan tropis di Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia, terletak di garis ekuator Asia Tenggara dan merupakan rumah bagi beragam tanaman dan satwa, termasuk orangutan.

Keselamatan lebih dari 85 persen populasi orangutan dunia bergantung pada keberlanjutan keragaman hayati di hutan tropis Kalimantan.

“Hutan tropis di Indonesia berada dibawah tekanan yang besar. Ratusan ribu hektar hutan tropis di Indonesia gundul atau rusak setiap tahunnya. Akibatnya, orangutan kehilangan habitat asli mereka dan terpaksa mencari tempat tinggal di wilayah baru yang tidak memberikan mereka perlindungan dan tempat tinggal yang memadai,” ungkap Herlina.

“Saat ini diperkirakan sekitar 78 persen populasi orangutan di Kalimantan berada di luar kawasan yang dilindungi,” tambahnya.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved