Citizen Journalism

Selamatkan Hutan dan Orangutan di Samboja Lestari

SAAT merayakan Idul Fitri 1436 H, saya menerima kabar bahwa lokasi Samboja Lestari kembali mengalami kebakaran hebat.

Selamatkan Hutan dan Orangutan di Samboja Lestari
HO-DOK Isshak Yassir
Inilah kawasan Samboja Lestari dari ketinggian.

Oleh: Ishak Yassir
Pegiat Lingkungan Samboja
ishak.yassir@gmail.com

SAAT merayakan Idul Fitri 1436 H, saya menerima kabar bahwa lokasi Samboja Lestari kembali mengalami kebakaran hebat. Setelah terbakar akhir Agustus 2015 di mana api melahap sekitar 30 hektare (Ha), kini kembali api melahap lebih dari 200 Ha areal tersebut. Sebagai salah satu orang yang merintis dan membangun Samboja Lestari dari sejak awal tahun 2000, tentu saya sangat sedih dan prihatin mendengar kabar ini.

Dengan semangat bukan untuk tidak saling menyalahkan, menyudutkan, apalagi menambah masalah. Tulisan ini sengaja saya tulis dengan tujuan untuk memberikan masukan, dan mengingatkan rekan-rekan saya yang masih terlibat saat ini di Yayasan BOS untuk tetap fokus bekerja bersama-sama masyarakat setempat mencegah dan mamadamkan api jika kembali terjadi. Hal ini menjadi sangat penting karena musim kemarau masih diprediksi sampai dengan Februari 2016, dan di lokasi Samboja Lestari masih terdapat lebih dari 1.000 Ha lahan yang masih belum terbakar dan di sana tumbuh ribuan pohon dari beragam jenis pohon asli Kalimantan.

Selain itu juga dihuni oleh lebih dari 200 orangutan. Kawasan hutan di Samboja juga menjadi salah satu penyedia dan pengendali kualitas dan kuantitas air bagi sebagaian masyarakat Samboja.

BACA JUGA: 90 Persen Kebakaran Lahan Akibat Warga ‎

Memperkuat dan Memupuk Modal Sosial

Sejak tahun lalu, saat berkunjung ke Samboja Lestari, kegelisahan dan kekhawatiran selalu timbul melihat minimnya perawatan tanaman dan jalan di lokasi tersebut. Perawatan tanaman janganlah dianggap hanya sebatas kegiatan yang dilakukan memacu pertumbuhan tanaman semata, tetapi juga mengurangi bahan organik/material bahan bakar di lokasi tersebut, dan membuka simpul-simpul kegiatan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat.

Masalah ancaman kebakaran merupakan masalah besar yang dari dulu selalu kami takuti. Karena jika hal itu terjadi, maka dapat menggagalkan seluruh rangkaian kegiatan rehabilitasi yang kami sedang lakukan. Kami cukup banyak belajar dan memahami bahwa lahan alang-alang akan selalu menjadi lahan alang-alang karena mengalami kebakaran berulang.

Kami meyakini saat itu, jika lahan alang-alang itu dijaga untuk tidak terbakar, dan dibantu ditanami dengan jenis-jenis tanaman/pohon buah (3-P -Planet, People dan Profit), maka akan dapat membantu lahan alang-alang tersebut memperbaiki dirinya sendiri melalui proses regenerasi alami. Strategi kami cukup sederhana yaitu bersinergi dengan alam. Pohon buah yang kami tanam di awal hanya untuk mengundang satwaliar terutama burung dan kelelewar datang ke lokasi rehabilitasi kami. Kami meyakini bahwa burung dan kelelawar termasuk satwaliar lainnya akan membantu kami secara cepat untuk mendistribusikan biji/benih dari hutan terdekat di sekitar lokasi Samboja Lestari.

Halaman
123
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved