Citizen Journalism

Partisipasi Politik Masyarakat Ujung Tombak Demokrasi Pilkada

SEJAK bergulirnya pemilihan kepala daerah (pilkada), terbukalah lembaran baru di alam demokrasi Tanah Air.

Partisipasi Politik Masyarakat  Ujung Tombak Demokrasi Pilkada
TRIBUN TIMUR_MUHAMMAD ABDIWAN
ANTI-GOLPUT - Ilustrasi. Pengunjung membubuhkan tanda tangan mendukung pemilu anti- golput dalam aksi simpatik Stop golput. Stop money politic di Anjungan Pantai Losari, Minggu (6/4) lalu. 

Pentingnya Partisipasi Politik Masyarakat

Pilkada akan menjadi indikator yang paling mudah dalam menentukan sebuah demokrasi di
tingkat lokal, karena pilkada ini merupakan momentum masyarakat menentukan arah kesejahteraan masyarakat dengan memilih calon pemimpin yang tepat.

Pada pilkada kali ini, masyarakat dapat memilih calon pemimpin yang terbaik untuk memimpin Kaltara lima tahun ke depan nantinya. Untuk itu,momentum pilkada kali ini juga perlu peran dan keterlibatan masyarakat yang maksimal. Tanpa adanya keterlibatakan masyarakat secara maksimal, maka pilkada hanya akan menjadi instrumen formal dan indikator penilaian demokrasi saja, tanpa adanya substansi. Dengan demikian, partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaran pilkada harus terus ditingkatkan.

BACA JUGA: Fraksi PKS Tidak Melihat Ada Pelanggaran Gubernur ke Kunjungan Rusia

Tentunya peningkatan partisipasi politik masyarakat ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam rangka mengawal pesta demokrasi di perbatasanutara Indonesia ini. Penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan BadanPengawas Pemilu memaksimalkan sosialisasi tahapan pilkada kepada masyarakat, danjuga peran stakeholder (pemerintah, lembaga pendidikan, NGO, organisasimasyarakat dan pemuda, dll) melakukan sosialisasi ini.

Selain itu, partai politik, tim pemenangan dan pasangan calon pilkada merupakan bagian dari aktor penting di lapangan dalam rangka proses mencari dukungan untuk memperoleh kursi kemenangan dan tentunya tujuannya adalah bertambahnya dukungan dan meningkatnya partisipasi politik masyarakat.

Proses kampanye yang baik,mendidik dan simpatik sesuai dengan peraturan perundang-undangan ini juga dapat menjadi cara dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat sekaligus sebagai pendidikan politik bagi masyarakat. Tidak kalah pentingnya adalah peran media massa, yang merupakan salah satu institusi yang mendukung tegaknya demokrasi yang mensyaratkan tetap bersikap netral. Media massa mempunyai andil besar dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat.

Fungsi media massa sebagai sarana informasi,sarana edukasi, hiburan serta kontrol sosial akan menjadi sarana masyarakat mendapatkan informasi terkait tahapan pilkada, mengenal pasangan calon melalui pemberitaan, serta peristiwa politik lainnya. Dengan adanya pilkada langsung ini maka akan ikut meningkatkan kualitas kesadaran politik masyarakat di mana di dalamnya terdapat pula kualitas partisipasi masyarakat sebab masyarakat dengan kesadarannya akan dihadapkan pada penggunaan hak pilih untuk ikut menentukan siapakah pemimpin yang layak untuk memimpin Kaltara lima tahun ke depan.

Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan pertimbangan kearifan, kecerdasan bahkan moralitas untuk peduli terhadap perkembangan dan kemajuan daerah serta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatdi Kaltara. Pada titik akhirnya partisipasi politik masyarakat ini akan menjadi ujung tombak kualitas demokrasi di pilkada. (*)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved