Kabut Asap

Imbas Kabut Asap, 338 Bayi Terserang Pneumonia

Angka tersebut belum termasuk penderita ISPA di Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Imbas Kabut Asap, 338 Bayi Terserang Pneumonia
NET/GOOGLE
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto dan Rahmad Taufik

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kaltim beberapa bulan terakhir ini berdampak pada meningkatnya jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim. Hingga September angka penderita ISPA di Kaltim menembus angka 322.355 orang.

Angka tersebut belum termasuk penderita ISPA di Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Sementara, kabut asap sangat pekat menyelimuti Kutai Barat. Pemkab Kubar bahkan sempat meliburkan aktivitas sekolah di wilayahnya.

“Hanya Kutai Barat dan Mahulu yang belum memberikan data penderita ISPA pada September,” kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kaltim drg Soeharsono.

Selain ISPA, 338 bayi di Kubar terserang Pneumonia, yakni penyakit pernapasan yang biasanya diderita bayi. Jika tidak segera ditangani, Pneumonia bisa menyebabkan kematian.

Sementara, jumlah penderita ISPA sejak Juli lalu atau setelah Kaltim diselimuti kabut asap mencapai 97.896 warga. ISPA tertinggi terjadi pada Agustus 38.858 penderita atau meningkat 7.771 penderita. Namun September jumlah penderita menurun, yakni 27.951 penderita.

Baca: Di Kabupaten Ini, Jumlah Anak Penderita ISPA Meningkat

“ISPA merupakan 10 besar penyakit di Kaltim, meski tanpa asap sekalipun. Penyakit ini muncul karena ada bakteri yang menginpeksi saluran pernapasan. Meskipun ada daerah darurat asap dan salah satu bisa memicu ISPA, tapi tidak seluruhnya daerah tersebut tertutup asap tebal. Ini makanya jumlah penderita tidak terlalu banyak jika dikaitkan dengan asap,” ucapnya.

Dinkes Kaltim telah memberikan peringatan kabupaten/kota untuk mewaspadai kemarau panjang, termasuk kabut asap. Dinkes mengimbau masyarakat menghindari paparan kabut asap dengan cara membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan mengasup makanan bergizi.

Dinkes Kaltim juga sudah menyiapkan stok obat-obatan ISPA. Menurut Kepala Dinkes Kaltim Rini Retno Sukesih, kabupaten/kota dengan persediaan obat-obatan ISPA menipis, bisa mengajukan tambahan pasokan obat dari Dinkes Kaltim.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved