Bisnis Umroh

Kementerian Agama Ambil Alih Pengelolaan Umroh

Kemnag beralasan, rencana pengambilalihan pengelolaan ibadah umrah ini berangkat dari dalih perlindungan konsumen.

Kementerian Agama Ambil Alih Pengelolaan Umroh
internet
Ilustrasi Umroh 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-  Kabar kurang sedap bagi pengusaha swasta penyelenggara bisnis perjalanan wisata rohani, utamanya penyelenggara umroh. Kini, Kementerian Agama (Kemnag) akan mengambil alih sebagian besar pengelolaan umrah.

Kemnag beralasan, rencana pengambilalihan pengelolaan ibadah umrah ini berangkat dari dalih perlindungan konsumen. Sebab, selama ini banyak calon jemaah umrah yang terjebak penyedia jasa umrah abal-abal.

"Pengaturan umrah ini supaya tidak ada penyimpangan," kata Mochammad Jasin Mashuri, Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Kamis (15/10/2015).

Saat ini, pemerintah tengah membuat kajian pengelolaan umroh. "Sekretariat Jenderal Kemnag akan mengusulkan struktur baru ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sebab, untuk menangani umrah perlukan direktorat baru yang khusus menangani ibadah umroh," papar Jasin.

Kemnag memang tidak menggarap semua, tapi membagi bisnis ini kepada swasta. "Idealnya 80% ditangani Kemnag," kata Abdul Jamil, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Kemnag mencatat, jumlah penduduk Indonesia yang pergi umrah rata-rata 500.000 orang per tahun. Saat ini ada sekitar 600 biro perjalanan yang melayani umroh.

Nah, di antara biro perjalanan itu, Kemnag menemukan tujuh biro umroh abal-abal atau 0,01% dari total pengelola perjalanan umrah.

Mereka terbukti melanggar ketentuan penyelenggaraan umrah seperti menelantarkan jamaah.

Kontra produktif

Bila pemerintah merealisasikan rencana mengambilalih bisnis pengelolaan umrah, sudah pasti bakal mematikan bisnis biro perjalanan umrah.

Halaman
12
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved