Citizen Journalism

Gapoktan Pedalaman Berhasil Ubah Lahan Tidur Jadi Sawah yang Produktif

Panenan gapoktan di pedalaman Kutai tidak terganggu musim kemarau. Dari lahan seluas 1,8 Hektare, mampu menghasilkan beras sekitar 7,1 ton.

Gapoktan Pedalaman Berhasil Ubah Lahan Tidur Jadi Sawah yang Produktif
HO-deky fitriadi
Persawahan yang dikelola Gapoktan Fajar Mandiri di Kampung Mendung. Panenan gabungan kelompok tani ini tidak terganggu musim kemarau. Dari lahan seluas 1,8 Hektare, mampu menghasilkan beras sekitar 7,1 ton. 

Oleh: Deky Fitriady
Anggota Gapoktan Fajar Mandiri
fitriadydeky@gmail.com

KAMPUNG Mendung terletak jauh dari jantung kota Melak, salah satu ibukota kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Kampung ini, jauh dari fasilitas permukiman, bahkan akses jalan sulit ditembus bila kondisi hujan. Namun, ternyata Kampung Mendung mampu menunjukkan semangat untuk berperan aktif mendukung program Pemerintah di bidang pertanian.

Jauh dari beragam fasilitas yang ada, bukanlah menjadi sebuah rintangan ikut berperan dan berpartisipasi dalam mensukseskan program Ketahanan Pangan yang menjadi program Pemerintahan saat ini. Sebuah kampung yang berada di sekitar lahan pertambangan dan perkebunan ini, ternyata dapat mengubah lahan tidur menjadi sebuah lahan yang produktif di bidang pertanian.

LIHAT JUGA: VIDEO – Sawah di Tengah Danau Hanya Ada Kabupaten Ini

Bermodalkan semangat gotong-royong dan kebersamaan, lahan seluas 1,8 Hektare (Ha) yang semula hanyalah lahan tidur dijadikan sebagai lahan percontohan (pilot project) bagi penduduk sekitar untuk dijadikan lahan persawahan. Dalam kondisi cuaca yang sedang kekeringan, lahan ini telah menghasilkan sekitar 11,8 ton gabah basah dalam sekali panen. Bila dikonversikan dalam wujud beras, sekitar 7,1 ton beras yang dihasilkan.

Keberhasilan yang didapat ini tidak lepas dari dukungan dan bimbingan Bapak Petinggi Kampung Mendung itu sendiri, yaitu AW yang telah memberikan kontribusi berupa waktu, tenaga, dan pikiran untuk memaksimalkan potensi kampungnya. Dan bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Fajar Mandiri sebagai penggagas dan pelaksana utama program pertanian ini dapat mengubah lahan yang semula merupakan lahan ilalang ini, diubah menjadi lahan persawahan yang menghasilkan.


Sebagai lahan percontohan, ini menjadi batu loncatan untuk dapat memanfaatkan dan memperluas lahan persawahan yang ada. Ketua Gapoktan Fajar Mandiri, Budiyanto berencana membuka seluas-luasnya areal persawahan di Kampung Mendung dengan target minimal 100 Ha pada tahun 2016 mendatang. Hal ini juga senada dengan Bapak Petinggi Kampung Mendung, Yusak AW, yang akan terus mendukung dan mendorong tercapainya program ketahanan pangan di kampungnya. Bahkan tidak mustahil Kampung Mendung ini menjadi awal terciptanya lumbung-lumbung pangan di KabupatenKutai Barat ini.

Dengan keberhasilan ini, dapat dilihat betapa besarnya potensi Kutai Barat, yang memiliki lahan yang luas dan dapat menghasilkan pertanian yang menjanjikan ini. Sehingga masyarakat dapat menggantungkan harapannya di bidang pertanian. Pangan murah dan ketersediaanya yang melimpah bukan menjadi masalah bangsa ini di kemudian hari. (*)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved