Klinik Kesehatan
Jerawat Tumbuh di Punggung
Dok, saya usia 17 tahun, sejak tiga minggu yang lalu, banyak jerawat tumbuh di punggung.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Amalia Husnul A
PUNYA pertanyaan soal kesehatan fisik ataupun psikis? Tribun Kaltim kembali memuat pertanyaan-pertanyaan pembaca terkait kesehatan fisik dan psikis. Pertanyaan pembaca akan dijawab oleh ahlinya. Pertanyaan bisa dikirim melalui email/ WhatsApp redaksi Tribun Kaltim, seperti yang tertera di bawah ini.
Dok, saya usia 17 tahun, sejak tiga minggu yang lalu, banyak jerawat tumbuh di punggung. Padahal wajah saya bebas jerawat? Kenapa ya Dok? Adakah obat yang bisa menghilangkan jerawat dan bekasnya? Atau ada makanan yang harus saya hindari? Terima kasih. Aulia
BACA JUGA:
Jawaban
dr Benny Winata Sp.KK
RS Restu Ibu Balikpapan
TERIMA kasih untuk Aulia. Jerawat terkadang membuat seseorang resah itu wajar karena dapat mengganggu penampilan kita. Seperti contoh jerawat di muka akan membuat seseorang kurang percaya diri. Namun untuk jerawat di punggung tidak usah khawatir karena bakat dari gen Anda yang menyebabkan timbulnya jerawat di punggung.
Untuk itu saya sarankan hindari sinar matahari secara langsung agar kulit tidak menunjukkan rangsangan penyebab jerawat. Selain itu hindari makan makanan yang berminyak serta kurangi konsumsi junkfood. Makan-makanan yang sehat serta bergizi sehingga akan memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh. Jika tidak kunjung sembuh segera datang ke dokter kulit terpercaya.
BACA JUGA: Krim Wajah yang Tepat untuk Remaja
Sebagai informasi tambahan ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan jerawat. Pertama, stres. Kedua faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan. Penyebab lainnya seperti kelenjar minyak yang terlalu aktif, keturunan dari orangtua, dan bakteri di pori-pori kulit.
Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, pengendalian stress dan sebagainya.
BACA JUGA: Gunakan Bawang, Kopi dan Telur Untuk Hilangkan Bekas Jerawat
Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.
Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.
BACA JUGA: Jerawat di Wajah tak Kunjung Hilang, Coba Atasi dengan Bahan Alami Ini
Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke dokter karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-jerawat-di-punggung_20151026_234440.jpg)