Para Alumni SMAN 1 Ini Kecewa dengan Penamaan Taman Samarendah

Para alumni SMAN1 Samarinda yang tergabung dalam grup whatsapp kecewa, marah dan prihatin.

Para Alumni SMAN 1 Ini Kecewa dengan Penamaan Taman Samarendah
TRIBUN KALTIM / DOAN PARDEDE
Salah satu pohon tampak berhasil tumbuh di salah satu sudut Taman Samarendah, Jl Bhayangkara, Senin (26/10/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para alumni SMAN1 Samarinda yang tergabung dalam grup whatsapp kecewa, marah dan prihatin. Mereka kaget begitu mengetahui nama taman kota yang dibangun di atas lahan eks SMAN1 dan SMPN1 Samarinda itu ternyata adalah "Taman Samarendah".

Mereka tahu nama itu setelah kontraktor selesai memasang namanya dalam tembok taman bertulis: "TAMAN SAMARENDAH". Gambar itu kemudian disebar dalam grup-grup diskusi alumni SMA1 di media sosial. Jaringan alumni tersebar tak hanya di Kaltim, melainkan juga di berbagai kota besar di Tanah Air.

Di antaranya Iswan Priady, Adrian Hakim, dan Isran Noor. Mereka menilai penamaan itu tak tepat. Seakan-akan tidak ada nama lain saja. Iswan Priady, seorang profesional yang berkarir di Jakarta menuturkan kepada Tribun, Minggu (1/11), memang benar nama "Samarinda" berasal dari gabungan kata "Sama-Rendah".

Tetapi, kalau ini dijadikan nama sebuah taman, yang akan menjadi salah satu ikon kota, justru tidak pas karena konotasinya sebagai dataran rendah yang sering kebanjiran. Akan lebih baik kalau diberi nama yang relevan dengan histori lokasinya. Misalnya, "Taman Pemuda" sebagai representasi nama lapangan Pemuda dan sekolah yang pernah ada di sana.

"Sungguh ini mengusik kami semua. Saya awalnya hanya prihatin dengan proses penyelesaiannya (pembangunan taman) yang sangat lama. Kini pun belum ada tanda-tanda kapan akan selesai. Jalan lingkar yang mengelilingi pun berkualitas rendah. Ternyata, pilihan nama pun membuat kami lebih prihatin lagi," jelas Iswan.

Ia berharap Walikota dan Wawalikota dapat mengkaji ulang nama taman tersebut. "Saya meyakini masyarakat dan terutama para alumni SMA 1 dan SMP 1 yang jumlahnya puluhan ribu bisa menilai sendiri, kemungkinan pada pilkada mendatang nantinya mereka hanya akan memilih pemimpin yang mengenal dan menghargai sejarah serta tidak membuat proyek yang asal-asalan saja."

"Kami para alumni kecewa. Kami keberatan dengan pilihan nama itu. Kami usulkan, hendaknya Pak Walikota bisa mengganti menjadi 'Taman Pemuda'. Pak Isran (mantan Bupati Kutai Timur, dan kini Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)) juga kecewa," jelas Adrian.

Wahyudi Manaf, seorang tokoh alumni SMAN1 lalu mengirimkan surat terbuka kepada Walikota Syaharie Jaang dan Wakil alikota Nusyirwan Ismail. Dari diskusi di grup, Wahyudi menolak nama "Samarendah", dan mengusulkan nama bary "Taman Pemuda". Selama ini Wahyudi acapkali diminta mengoordinasikan aktivitas alumni, termasuk dalam penyelenggaraan reuni akbar 60 tahun Smansa Samarinda.

Ada lima alasan yang disampaikan bersama Henry Alfiandi. Pertama, di lokasi itu dulu ada lapangan Pemuda, yang menjadi pusat kegiatan anak-anak dua sekolah itu.Kedua, lokasi itu menjadi heritage pendidikan, dan tidak sedikit yang menjadi orang sukses. Ketiga, nama "Pemuda" identik semangat, motivasi, dan harapan kedepan bangsa dan khususnya Kaltim.
Keempat, nama "Samarendah" terlalu makro dari sekedar taman. Kalau pun nama itu akan dipakai, jangan untuk taman.

Melainkan nama lain seperti monumen atau bangunan yang secara histori untuk mencakup kota secara keseluruhan. Kelima, desain dan karakter huruf tampak monoton. Mestinya bisa gunakan identitas khas daerah ini, misal dengan menggunakan kayu yang dipahat.(bin)

Walikota yang Pilih
WALIKOTA Syaharie Jaang merespon saat dikonfirmasi Tribun, Minggu (1/11) terkait keberatan para alumni SMA1 tersebut. Begitu pula wakilnya, Nusyirwan Ismail. Nusyirwan juga alumni SMA1 Samarinda, kemudian melanjutkan ke ITS. Pesan singkat yang dikirim tidak dibalas.

"Saya juga sudah kirim protes kami lewat SMS (kepada Nusyirwan Ismail), tumben kali ini tidak dibalas," kata Iswan Priady.
Kepala Bidang Prasarana Perkotaan di Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda, Mahyudin di lokasi, Senin (26/10) mengatakan, nama "SAMARENDAH" yang sudah dipasang di dua sisi taman, diberikan langsung oleh Walikota Samarinda, Syaharie Jaang.

Kata Samarinda bagi sebagian orang menurutnya memiliki berbagai arti. Khusus dia pribadi, arti Samarinda sendiri bisa juga terlihat "samar" dari jauh, tapi bila didekati ternyata indah. "Yang beri namanya pak Walikota," katanya.(dep/bin)

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved