Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Eksklusif

Disperindagkop Ajak Pertamina Sidak Gas Melon Bareng

Selain itu Disperindagkop juga mengalami kesulitan memberikan sanksi kepada agen atau pangkalan

Tayang:
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Dua orang petugas sedang menurunkan tabung elpiji dari truk di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Balikpapan Sila Susiana menyatakan, pihaknya telah melakukan usaha terhadap masalah tabung gas di masyarakat.

Namun, Disperindagkop memiliki kelemahan seperti cakupan kerja tak hanya mengurusi soal gas tetapi semua komoditi pokok masyarakat sehingga tidak bisa secara intensif untuk pengawasannya.

Selain itu Disperindagkop juga mengalami kesulitan memberikan sanksi kepada agen atau pangkalan, sebab pemegang kuasa di Pertamina sebagai pemilik izin dari agen dan pangkalan minyak dan gas.

"Pas kita lakukan sidak atau temuan di lapangan, tetap kita lapor ke Pertamina. Kita tidak bisa kasih hukuman, jadi di sini kita kesulitannya pengawasan tanpa sanksi jadinya sia-sia," katanya.

Solusi paling efektif, dua pihak, yakni Disperindagkop dan Pertamina melakukan sidak bersama memeriksa agen dan pangkalan gas, sehingga ketika ditemukan penyimpangan bisa langsung ditindak tanpa harus menunggu melapor.

Baca: Gas Melon Asal Kukar Masuk ke Babulu

"Lebih baik ayo Pertamina kita sidak bareng daripada kita bicara siapa yang lebih berwenang. Kita sama-sama mengawasi peredaran gas nanti kita dari Disperindagkop bisa periksa dilihat sisi ijin usaha apabila melanggar kita sanksi," katanya.

Dihubungi terpisah Sales Executive Domestic Gas PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VI Mochammad Irfan menyambut baik ajakan Disperindagkop melakukan sidak bersama.

"Wah bagus itu, kapan ya? Kita sambut baik ajakan pemerintah jika ingin melakukan kunjungan ke agen bersama, kita kapan aja bisa tunggu kabar dari pemerintah saja," katanya.

Irfan menambahkan, sebenarnya pihaknya sudah selalu mengawasi agen dan pangkalan, sehingga untuk sidak pun bukan sesuatu yang baru.
Di Bontang, Bontang. Kepala Bagian Ekonomi Taufik Idris mengatakan pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke agen, toko pengecer serta sejumlah pasar tradisional yang menjual tabung gas.

"Saya sudah baca berita di Tribunkaltim.co. Dalam waktu dekat kita akan sidak memastikan tidak ada tabung gas oplosan masuk Bontang," ujar Taufik.

Menurutnya, isu peredaraan tabung elpiji oplosan di Balikpapan dan Samarinda tidak bisa diabaikan. Pasalnya, hampir semua bahan pokok yang masuk Bontang dipasok dari Samarinda dan Balikpapan. Sehingga tidak tertutup kemungkinan tabung elpiji oplosan masuk ke Bontang.

Baca: Bagaimana Mau Milih, Baru Antre Saja, Gas Sudah Ludes

"Kami akan duduk bersama dengan Disperindakop dan instansi terkait mengecek kondisi di lapangan. Jangan sampai penjualan tabung gas di Bontang disusupi pasokan illegal," ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Bontang juga bakal mengumpulkan seluruh agen pemasok tabung gas elpiji untuk pengetatan pengawasan tabung sebelum diedarkan ke pangkalan. Langkah ini juga mengurangi potensi sebaran tabung oplosan di Bontang. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved