Citizen Journalism

Upaya Membentuk Pelatih Hizbul Wathan yang Kreatif

Hizbul Wathan diharapkan mampu membentuk karakter anak bangsa yang kuat dan membentengi dari pengaruh-pengaruh negatif sisi kemajuan zaman.

Upaya Membentuk Pelatih Hizbul Wathan yang Kreatif
HO-Hizbul Wathan Kaltim
Pembukaan Pelatihan Jaya Melati 1 yang dilaksanakan di Islamic Centre, Sabtu (7/11/2015) lalu. Rangkaian acara pelatihan ini masih berlangsung hingga hari ini, Rabu (11/11/2015). 

Oleh:
Machnun Uzni
Panitia Bidang Media
machnun_uzni@yahoo.com

PELATIHAN Kursus Jaya Melati 1 digelar mulai Sabtu-Rabu (7-11) November 2015. Upacara pembukaan pelatihan Kursus Jaya Melati 1 digelar di halaman Islamic Centre, Sabtu (7/11/2015) lalu. Upacara diikuti lebih dari 500 orang dan dimeriahkan penampilan dari anak-anak Sekolah Muhammadiyah Samarinda.

Pelatihan Kursus Jaya Melati 1 dilaksanakan di dalam kelas yang dipusatkan di Kompleks Islamic Centre dan untuk kegiatan di luar kelas mengambil tempat di Palaran. Menurut Ketua Panitia, Andi Aulia Rahman didampingi H. Kasim, kegiatan diikuti 92 peserta utusan se-Kalimantan Timur. Istimewanya kegiatan pelatihan ini dipandu instruktur dari Pimpinan Pusat sebanyak tiga orang yaitu Abdul RasyidWasim, Bazzar Marzuqi dan Aji Sabur.

Terpisah, Abdul Rasyid Wasim dari Kwartir Pusat menyatakan bahwa Hizbul Wathan (HW) sebagai organisasi otonom sangat luas jangkauan pengkaderannya disebabkan tidak ada batasan usia dan gender. Pelatihan Jaya Melati 1 ini diharapkan mampu melahirkan pelatih-pelatih yang kreatif, dinamis dan berakhlakul karimah. Hizbul Wathan diharapkan mampu turut serta dalam membentuk karakter anak bangsa yang kuat dan membentengi dari pengaruh-pengaruh negatif sisi kemajuan zaman.

BACA JUGA: Jokowi Apresiasi Muhammadiyah karena Mengambil Posisi Toleran

Senada dengan pernyataan di atas Drs. Muhammad Jafroni, M. Si mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menyatakan, secara umum HizbulWathan Kalimantan Timur sudah berjalan khususnya di amal usaha (sekolah-sekolah). Bahkan Kwartir Daerah HW sudah berdiri di beberapa kabupaten. Asalah utama saat ini adalah keterbatasan pelatih. Dengan adanya pelatih-pelatih yang nantinya terlahir dari Jaya Melati ini diharapkan ke depan amal usaha (sekolah-sekolah) tidak kesulitan untuk membentuk Qobilah (HWtingkat ranting/sekolah). (*)

***

  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim


Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved