TribunKaltim/

Demi Sinyal, Warga Rela Jalan Jauh dan Berkerumun di Bawah Menara

Sinyal dari menara salah satu operator seluler selama ini sudah sangat membantu warga di Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.

Demi Sinyal, Warga Rela Jalan Jauh dan Berkerumun di Bawah Menara
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Tower yang dibangun operator seluler di perbatasan Republik Indonesia- Malaysia di Pulau Sebatik. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Sinyal dari menara salah satu operator seluler selama ini sudah sangat membantu warga di Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Meskipun menara BTS yang dibangun sangat kecil dengan kapasitas perangkat yang terbatas, sinyal tersebut dirasa sudah sangat membantu.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Karel Sompotan mengatakan, warga rela berjalan kaki cukup jauh agar bisa menjangkau sinyal tersebut menggunakan telepon seluler (ponsel).

“Sebenarnya itu bukan tower. Itu lebih mirip antena. Tapi sudah sangat membantu,” ujarnya.

Di bawah menara itu, kata dia, masyarakat selalu berkerumun agar bisa mendapatkan sinyal yang kuat.

Baca: Sinyal Radio Berjarak Miliaran Tahun Cahaya Terdeteksi

Melalui telepon seluler itulah, warga merasa terhibur karena bisa mendengar langsung cerita dari kerabat mereka yang tinggal jauh.

''Setiap hari ramai di situ. Orang berkumpul untuk menelepon. Itu saja tempat hiburan mereka,” ujarnya.

Namun belakangan perangkat yang terpasang di menara itu tak lagi memancarkan sinyal.

Karel mengatakan, agar ponsel tetap bisa berfungsi, warga harus menempuh perjalanan selama satu sampai dua jam menuju ke Desa Mansalong, ibu kota Kecamatan Lumbis.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help