Pengurus Koperasi Gonta-ganti, Itu "Jurus" atau Modus?

Hal ini juga menjadi pertimbangan bank dalam mengucurkan kredit.

Pengurus Koperasi Gonta-ganti, Itu
Logo Koperasi Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Koperasi di Kaltim diharapkan memiliki ciri khas, sesuai karakteristik perekonomian daerah.

Hal ini diungkapkan Ketua Komite 4, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ghazali Abbas Adan, usai bertemu dengan Pemprov Kaltim, serta kalangan perbankan dan koperasi di Kaltim, Senin (30/11/2015).

"Dulu kan pernah bagus dengan koperasi pertambangannya. Kan sekarang tambang lagi drop. Mungkin ada sektor lain yang bisa jadi karakter koperasi di Kaltim," kata Abbas.

Abbas pun memberi contoh yakni sektor peternakan dan perkebunan sawit yang kini tengah digalakkan Kaltim. Menurut Abbas, kedua sektor ini bisa digarap oleh koperasi.

(Baca juga: Dewan Pers Minta Wartawan yang Jadi Timses di Pilkada Harus Nonaktif)

"Lahan ada, prospeknya cerah. Saya kira ini bagus untuk koperasi di Kaltim," katanya lagi.

Kendala koperasi selama ini, kata Abbas, yakni sering bergonta ganti pengurus dalam tempo yang relatif singkat.

Hal ini juga menjadi pertimbangan bank dalam mengucurkan kredit.

Ia mengatakan, pengurus koperasi yang baru saja mendapat pelatihan (seringkali) cepat diganti dengan pengurus baru.

"Sehingga harus mengulang lagi dari awal. Bank juga bingung, jika nanti mengucurkan kredit, menagihnya kemana? Apa ke pengurus baru. Karena terkadang pergantian pengurus ini juga jadi modus," ungkap Abbas. (*)

***

Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim


Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help