Baru Tiga Hari Pergantian Tahun, Sudah Dua Orang Meninggal Terjangkit Demam Berdarah

Rizal berniat mengumpulkan kembali para pemantau jentik yang ada di setiap RT sampai tingkat kecamatan.

TRIBUNKALTIM.CO/AHMAD SIDIK
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke 14 komunitas Bergalang Balikpapan, Minggu (3/1/2016) di rumah jabatan wali kota, Jl Syarifuddin Yoes. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Ahmad Sidik

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Biasanya perayaan tahun baru dirayakan dengan suka cita, mengunjungi tempat wisata maupun berkumpul bersama keluarga. Namun hal itu tidak dilakukan oleh wali kota yang satu ini.

Selama perayaan tahun baru, ia malah melayat ke rumah warga yang meninggal usai terjangkit demam berdarah.

Berbicara di depan ratusan warga komunitas Bergalang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Milad ke 14 Bergalang, Minggu (3/1/2016), Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan sudah ada dua korban jiwa akibat terjangkit demam berdarah.

Mengetahui warga terserang demam berdarah, Rizal kemudian mengunjungi rumah duka.

"Saya merayakan tahun baru di rumah duka. Baru tiga hari berjalan (tahun baru) sudah ada dua korban jiwa akibat demam berdarah," ungkap Rizal di rumah jabatan wali kota, Jl Syarifuddin Yoes.

BACA JUGA: Hati-hati, Nyamuk DBD Bersarang di Rendaman Batu Akik

Rizal berniat mengumpulkan kembali para pemantau jentik yang ada di setiap RT sampai tingkat kecamatan.

Pasalnya, program pemberantasan jentik nyamuk belakangan kurang begitu diperhatikan.

"Langkah saya ke depan akan memanggil petugas pemantau jentik yang mulai kurang produktif akhir-akhir ini," ujarnya.

Rizal juga berharap masyarakat mewaspadai adanya ancaman demam berdarah di lingkungan masing masing.

Dari data 2015 diketahui orang meninggal usai mengidap demam berdarah mencapai lebih dari 24 orang.

Angka ini diprediksi akan naik pada tahun 2016 mengingat pada awal tahun sudah ada dua korban meninggal dunia.

"Saya berharap warga semakin memperhatikan lingkungan. Awasi tempat penampungan air, barang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk," tutur Rizal. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved