Harga BBM Turun, Warga di Kota Ini Antre di SPBU Sejak Malam hingga Subuh
Banyak pengendara mengantre atau memarkir mobil sejak malam hari di depan pintu masuk SPBU, antrean pun memanjang hingga satu kilometer.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -Seperti telah diprediksi sebelunya, turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat antrean di sejumlah SPBU mengular. Hari pertama penurunan harga BBM, masyarakat pun langsung membeludak, megantre di sepanjang jalan.
Pantauan Tribunkaltim.co, di salah satu SPBU Jalan Bujangga, Kelurahan Tanjung Redeb. Antrean panjang tampak di SPBU hingga jalan umum, baik antrean kendaraan roda dua maupun roda empat. Rustam, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku sudah berada di depan SPBU sejak pukul 07.00 wita, namun baru bisa mengisi BBM jenis premium sekitar pukul 9.00 wita atau dua jam menunggu.
Karena banyaknya pengendara lain yang sudah mengantre atau memarkir mobil sejak malam hari di depan pintu masuk SPBU, antrean pun memanjang hingga satu kilometer. "Saya sudah mulai pagi antre, itu juga sudah sekitar satu kilometer dari SPBU karena orang-orang sudah parkir mobil sejak malam sampai subuh terus datang,"ungkapnya.
Dirinya berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama. Pasalnya, antrean BBM seperti ini, kata Rustam menghambat pekerjaan dan juga aktivitas lainnya. "Mudah-mudahan bisa secepatnya normal. Karena antrean panjang begini bukan hanya di satu pom bensin (SPBU) tapi di pom bensin lain juga antreannya panjang,"ujarnya.
Padli, pengawas SPBU Bujangga menjelaskan, terhitung hari Selasa kemarin, harga premium turun dari harga lama Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 sedangkan harga solar dari harga lama Rp 6.700 menjadi Rp 5.650.
Menurut Paadli, penurunan harga BBM ini sendiri sebenarnya merugikan pihak SPBU yang memiliki stok lama, karena harus dijual dengan harga baru. "Sebenarnya merugikan kita. Karena kita masih punya stok (dengan harga) lama tapi sekarang terpaksa kita jual dengan harga baru. Tapi, Pertamina janji akan melakukan mengganti kerugian, dan kita harapkan itu akan terealisasi," kata Padli.
Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Sambaliung, SPBU Teluk Bayur hingga SPBU yang ada di Jalan Haji Isa juga dipadati oleh kendaraan yang mengantre BBM.